Filtrar por
Status de atualização
TodosEm andamentoConcluído
Ordenar por
TodosPopularRecomendaçãoAvaliaçõesAtualizado
Ayo Kita Menikah, Pak CEO

Ayo Kita Menikah, Pak CEO

Sudah tidak muat lagi jika barang baru harus masuk. "Kamu bawa mobil?" tanya Joe. "Aku kan memang selalu pakai mobil kalau di hari wekeend." kata Hazel, seperti tak berniat menyembunyikan identitas aslinya dari Joe. "Ah benar juga." balas Joe cepat. Sudah beberapa kali mereka bertemu di akhir pekan, dan Joe sempat melihat mobil hitam yang Hazel bawa.
102.9K visualizaçõesEm andamentoAdicionado à Biblioteca 72 Vezes como hazel wood
Ler
+Biblioteca
Istri Kedua Tuan Elvan

Istri Kedua Tuan Elvan

Dokter itu menarik nafas panjang, ekspresinya terlihat cukup tegang. "Kondisi Hazel saat ini cukup parah, dia harus segera dioperasi, kalau tidak, nyawanya tidak akan tertolong. Namun, yang menjadi masalah adalah golongan darah dari Hazel itu sendiri. Golongan darahnya B dengan rhesus negatif. Saat ini, di rumah sakit tidak ada stok. Jadi saya minta tolong agar Anda semua juga mengusahakan untuk mencari sanak saudara yang memiliki golongan darah yang sama dengan Hazel. Atau, bisa juga dari Ayah kandungnya. Apa di sini ada ayah kandung Hazel?" tanya Dokter tersebut.
104.6K visualizaçõesCompletoAdicionado à Biblioteca 97 Vezes como hazel wood
Ler
+Biblioteca
TOPENG SANG MARCHIONES (Pengantin Pengganti Yang Liar)

TOPENG SANG MARCHIONES (Pengantin Pengganti Yang Liar)

Dada Lily panas oleh amarah. Namun yang membuatnya benar-benar bingung adalah Hazel. Gadis itu tampak tenang, tak terlihat kobaran api di kedua bola matanya. Ia justru duduk santai santai menyadarkan kepalanya di sofa. Ia sangat tahu Hazel tidak pernah mentolerir segala bentuk penindasan, gadis itu akan mengamuk bagaikan banteng. Tapi melihat tindakannya saat ini membuat fikiran Lily melayang liar, apa jangan-jangan Hazel sengaja meninggalkan sebagian isi kepalanya di kediaman Hadwin?
508 visualizaçõesEm andamentoAdicionado à Biblioteca 17 Vezes como hazel wood
Ler
+Biblioteca
Sekarang, Giliranku!

Sekarang, Giliranku!

Amarah dan kekesalan membuat dadanya bergemuruh, memikirkan Arlo yang telah mengacaukan harinya. "Ngapain sih dia muncul? Kenapa malah jadi ngintilin mulu kaya anak itik, sih?! Bikin semua makin runyam saja!" Hazel terus menggerutu dengan langkah kaki yang dihentakkan karena masih kesal. Fokusnya benar-benar pecah, hingga ia sama sekali tidak menyadari kalau langkah kakinya telah membawanya keluar dari trotoar dan masuk ke badan jalan raya.
10520 visualizaçõesEm andamentoAdicionado à Biblioteca 18 Vezes como hazel wood
Ler
+Biblioteca
Tawanan Mafia Mesum

Tawanan Mafia Mesum

seseorang. Hazel mendongak perlahan, dan meski semuanya samar, ada satu hal yang dikenalnya, aroma cedarwood yang begitu khas. Hangat. Maskulin. Menggoda. Refleks, kepalanya bersandar ke dada pria itu. Aroma itu memeluk indra penciumannya dan membuatnya merasa… aman? Atau mungkin hanya tersesat?
10104.8K visualizaçõesCompletoAdicionado à Biblioteca 3.9K Vezes como hazel wood
Ler
+Biblioteca
Menikah Dadakan Setelah Disakiti Mantan

Menikah Dadakan Setelah Disakiti Mantan

Ia sama sekali tidak menduga. Dengan perlahan, Hazel memberanikan diri melirik Adrian meskipun hanya sebatas dada bidang pria itu dan jam tangan peraknya yang elegan. Aroma kayu cendana yang tenang mulai menyapu rasa mual di dadanya. "Hazel, jika ada poin lain yang memberatkanmu atau ada yang ingin ditambahkan, katakan saja," lanjut Adrian. Kalimatnya kaku, tanpa pemanis, namun Hazel bisa merasakan sesuatu yang hangat di sana.
656 visualizaçõesEm pausaAdicionado à Biblioteca 19 Vezes como hazel wood
Ler
+Biblioteca
Apa Warna Hatimu?

Apa Warna Hatimu?

Nama itu meluncur dengan nyaman di lidah Richard. Hazel berlari kecil ke penjual ketoprak. Setelah mendapatkan makanannya dia masuk ke dalam gedung apartemen. Richard menghela nafas. Dalam hati dia bertekad untuk tetap berteman dengan Hazel apa pun perkataan Abram.
108.5K visualizaçõesCompletoAdicionado à Biblioteca 289 Vezes como hazel wood
Ler
+Biblioteca
Senja Yang Di Hadirkan

Senja Yang Di Hadirkan

“Pak Brata.” Belum sempat ia bergerak, suara langkah kaki berat terdengar dari arah pintu. Hazel muncul dengan jas hitamnya, membawa tas kulit besar di tangan kanan. Tatapannya tajam, penuh kesadaran bahwa badai sedang menunggu di depan. “Riko,” ujarnya pendek, “tinggalkan kami berdua!” Begitu pintu tertutup, Hazel meletakkan tasnya di meja, lalu membukanya perlahan. Di dalamnya ada senjata api, dua pistol berlapis logam hitam, dan beberapa peluru cadangan.
106.1K visualizaçõesEm andamentoAdicionado à Biblioteca 243 Vezes como hazel wood
Ler
+Biblioteca
ZahFad

ZahFad

"Nak Zahra ...." Zahra menoleh ke belakang. Disana ada Uztadzah Khasanah. Ia mendatangi orang yang usianya sekitar 40 tahun itu. Zahra mencium tangannya dan tersenyum. Sudah lama senyum itu tidak terlintas didalam hidupnya. "Nak, kamu sedang apa? Celingak-celinguk kaya mencari sesuatu." "Hmm ... saya mencari Marisa, Uztadzah." ya, kata-kata yang sopanlah ia bisa belajar dari Marisa.
1.9K visualizaçõesEm andamentoAdicionado à Biblioteca 67 Vezes como hazel wood
Ler
+Biblioteca
Jerat Terlarang Sang Pewaris

Jerat Terlarang Sang Pewaris

Kini tubuhnya lemas dan juga area intimnya terasa begitu perih saat dia menggerakkan kakinya. "Aaa ... Aku benar-benar lapar! Kenapa hutan Mansion seluas ini tidak ada buah yang tumbuh? Kenapa hanya pohon ek? Apakah aku harus memakan biji-bijian keras di sini seperti seekor tupai?!” Hazel berteriak frustasi. Dia menengadah wajahnya ke langit berharap ada paha ayam yang jatuh atau ada hujan yang menetes. Namun, kesia-siaan yang ia dapatkan.
105.6K visualizaçõesCompletoAdicionado à Biblioteca 205 Vezes como hazel wood
Ler
+Biblioteca
ANTERIOR
123
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status