The Reason Why
“Ternyata… sakit ya? Seakan dunia runtuh saat itu juga. Semua rasa sakit yang ada berkumpul pada satu titik, yaitu hati. Oh, nggak… sebenarnya letaknya ada di jantung. Saat itu, rasanya napas jadi sesak, pandangan mengabur, pikiran kosong, dan kaki melemas. Kalau tahu kayak gitu rasanya, dari awal seharusnya nggak perlu berharap, kan?”
Athena menghapus air matanya yang menetes tanpa disadari, kemudian berusaha mengatur suaranya lagi, “Padahal aku sendiri yang bilang, kalau cinta dan luka itu dua hal yang nggak bisa dipisahkan. Kalau mau jatuh cinta, harus siap dapet patah hatinya juga. Tapi kenapa rasanya susah, ya? Susah buat percaya kalau ini bener-bener akhirnya. Seakan, si hati ini masih
Bab Populer