Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Satu Hari Dua Akad

Satu Hari Dua Akad

Sifat aslinya tidak bisa hilang sepenuhnya meskipun kedewasaan juga ada dalam diri Jingga. “Aku terlalu semangat soalnya, Mas. Jangan-jangan nanti Langit malah makin kurus lagi.” “Sayang, kamu loh baru ketemu Langit tiga bulan lalu. Emang kamu lihat dia kurus?” “Nggak sih, tapi bisa aja 'kan sekarang jadi kurus.”
1014.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 528 kali sebagai janur kuning belum melengkung
Baca
+Pustaka
Awas Cakar! Bodyguard-ku Menjelma Kucing Manja

Awas Cakar! Bodyguard-ku Menjelma Kucing Manja

Seorang bayi laki-laki dengan rambut hitam legam. Arina terkulai lemas, napasnya tersengal-sengal pendek, matanya hampir terpejam sepenuhnya. Ia mengira semuanya sudah berakhir, namun hanya dalam hitungan detik, perutnya kembali bergejolak hebat. Bayi kedua, yang selama ini tertahan oleh kakaknya, kini bergerak turun dengan posisi yang lebih sulit. "Sayang... bangun! Masih ada satu lagi. Kau tidak boleh tidur sekarang!" Juno berteriak panik saat melihat warna kulit Arina mulai memucat ke arah abu-abu.
10354 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 7 kali sebagai janur kuning belum melengkung
Baca
+Pustaka
Legenda Pendekar Biru

Legenda Pendekar Biru

Sebuah pola berbentuk roda dengan jari-jari aneh berwujud aksara kuno sebagai puncak dari jurus inti Lebur Sakheti. Jurus itu dikembangkannya setahun setelah kematian Lintang, tektik pelebur yang tidak pernah dia gunakan bahkan pada dewa kegelapan sekali pun. “Ju-jurus ma-ma—macam apa itu?” tunjuk Raja Tunggara Setya terpana. “Lu-luar biasa, si-si—siapa dia sebenarnya?” gumam Nyai Swasti Bumi.
1020.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 515 kali sebagai janur kuning belum melengkung
Baca
+Pustaka
Inheritance

Inheritance

Permainan bianglala itu berputar membuat angin menghembas wajah Jani dan Ken yang masih saling menyatu. Ken terus memeluk Jani yang mencoba berdiri dan berteriak menikmati permainan yang baru pertama dinaikinya. “Yah, kenapa sudah selesai? Apa kita bisa berputar lagi?” tanya Jani yang harus turun dari kincir angin raksasa itu.
9.923.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 476 kali sebagai janur kuning belum melengkung
Baca
+Pustaka
Kerinduan Tak Berujung

Kerinduan Tak Berujung

"Sebentar lagi bukan perjaka lagi." Pintu berat tak terlihat itu sepenuhnya mengisolasi dunia luar, sehingga memberikan sentuhan suasana yang intim. Eric yang selama ini selalu menahan nafsunya, bagaikan binatang buas yang terus menerus menyerbu, menunjukkan kepemilikannya atas ceweknya. Setelah mencapai puncak selama beberapa kali, Stella akhirnya mendapat kesempatan untuk mengatur napasnya.
17.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 704 kali sebagai janur kuning belum melengkung
Baca
+Pustaka
Cintai Rembulan

Cintai Rembulan

Apakah Jaffa akan memperbolehkan dirinya untuk memeluk gadis itu seperti biasanya? “Jaffa, kenapa mesti jadi penghalang?” ujar Jevan sendiri. Jevan tak mampu mengendalikan dirinya untuk meminum isi-isi dari botol itu. Bahkan saat ini ia mampu meneguk cepat dari tiga isi botol-botol itu sehingga membuat tatapannya semakin kabur. Jevan tahu dirinya sedang tidak baik-baik saja dan kini semakin lemah dengan tingkat kesadaran yang semakin menurun kala ia menambahkan lagi pasokan wine pada tubuhnya secara paksa.
1.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 69 kali sebagai janur kuning belum melengkung
Baca
+Pustaka
Kutunggu Jandamu

Kutunggu Jandamu

"Kangen." "Ayo, buruan ntar kita telat, lho." Aku berusaha melepaskan pelukannya. Waktu Maghrib sudah mepet. Ia bahkan belum mandi. Belum lagi berpakaian. Bisa-bisa terlambat ke tempat acara. Karena terus kudesak akhirnya ia beranjak juga. "Mandi bareng tapi." Eh, malah melakukan penawaran. "Nggak. Aku udah mandi. Nih, udah siap-siap."
1010.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 414 kali sebagai janur kuning belum melengkung
Baca
+Pustaka
Janji yang Tak Sempat Usai

Janji yang Tak Sempat Usai

“Kami temenan sejak kecil. Dia bilang dia akan kembali. Tapi dia pergi. Nggak pernah ada kabar. Dan sekarang... dia muncul lagi. Langsung dengan status calon suami.” Rena terdiam sesaat, kemudian menggenggam tangan Nayla. “Mungkin dia punya alasan.” “Mungkin. Tapi yang aku tahu, luka itu belum sepenuhnya sembuh.” Sementara itu, di ruang direktur utama, Keane berdiri di depan jendela besar yang menghadap ke kota. Tangannya memegang ponsel, namun ia belum juga menekan tombol panggilan. Sudah lebih dari sepuluh menit ia berdiri di situ, menimbang-nimbang, memikirkan langkah berikutnya.
10432 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 12 kali sebagai janur kuning belum melengkung
Baca
+Pustaka
JERITAN MALAM PENGANTIN

JERITAN MALAM PENGANTIN

tanyaku. "Nggak ada jaran kepang lah (kuda lumping), kan tadi Pak Cipto tidak panggil jaran kepang untuk acaranya," jawab Kakek. "Lhooo ... serius kalian nggak dengar suara kuda lumping?" tanyaku lagi sambil membuka gorden jendela dan melihat ke arah luar. Sepi, sangat sepi dan gelap. Di jalanan kampung ini masih minim sekali pencahayaannya. Tiba-tiba saja ada sekelebatan putih terbang ke pohon kelapa depan rumah.
1065.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.6K kali sebagai janur kuning belum melengkung
Baca
+Pustaka
Penantian Yang Tak Berujung

Penantian Yang Tak Berujung

] Di bawah tulisan itu ada sebuah foto live, bekas merah di lehernya terlihat sekilas. Aku menatap layar ponsel, membuka foto itu berulang kali. Suara di dalamnya terdengar sangat jelas. “Benaran nggak mau jemput istrimu yang teladan itu? Dia lagi hamil lima bulan, lho?” Si pria tertawa pelan, suaranya terdengar tak peduli, “Hanya jemput saja, biar dia tunggu sebentar lagi.”
3.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 120 kali sebagai janur kuning belum melengkung
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status