Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
PENGENDALI ANGIN PETIR

PENGENDALI ANGIN PETIR

Lagi-lagi Bayu melakukan kebiasaannya, kali ini ditambah kening yang mengkerut pertanda sedang berpikir keras. "Lantas, apakah jurangnya juga tidak ketemu?" tanya Bayu. "Jurangnya tetap ada, tapi tidak ada jembatan untuk menyeberang ke sini," "Jembatan?" Ki Teja Maruta melangkah lebih dekat ke bibir jurang yang tanahnya menurun ke bawah. Ternyata ada sebuah batang pohon kelapa yang dibuat sebagai jembatan penyeberangan. "Melalui jembatan ini kami keluar masuk. Harus dilewati satu orang saja agar berhasil menyeberang, jadi harus bergantian!"
1012.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 449 kali sebagai jembatan apung kampung laut
Baca
+Pustaka
Kafan Hitam

Kafan Hitam

Melihat sosok berpakaian serba hitam itu sudah berada di tengah jembatan, Aep tanpa ragu-ragu mengambil ancang-ancang, kemudian melompat ke jembatan dengan tujuan untuk menghancurkan jembatan reot tersebut. Usaha Aep berhasil. Jembatan roboh di mana hampir semua bagian enam batang bambu yang jadi alas jembatan tadi langsung hanyut ke sungai. Di sisi lain, anggota Kalong Hideung itu tak sempat mengelak dan harus berakhir terjebur ke sungai, lalu menghilang ditelan sungai.
9.774.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.5K kali sebagai jembatan apung kampung laut
Baca
+Pustaka
Janin Tersangkut di Jalan Lahir Ibunya

Janin Tersangkut di Jalan Lahir Ibunya

Kali Brani akan meluap jika hujan, dan dia harus menyeberang sebentar lagi. Nyai Sri telah sampai di Kali Brani, dengan hati-hati dia menyusuri jembatan dengan lebar setengah meter itu. Jembatan rapuh yang sudah tua itu masih digunakan warga untuk menyeberang dari pemukiman satu ke lainnya. Hanya itu jalan tersingkat yang ada, jika dibandingkan dengan jembatan beton yang jauhnya lima kilometer dari situ. Nyai Sri, bidan kampung itu harus lekas-lekas, sebab seorang perempuan memerlukan bantuannya.
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 113 kali sebagai jembatan apung kampung laut
Baca
+Pustaka
PUTRI PENGUBAH TAKDIR ELYSIA

PUTRI PENGUBAH TAKDIR ELYSIA

Kami tiba di sebuah tempat terbuka yang sunyi. Bukan, ini bukan akhir dari hutan. Ini adalah sebuah jembatan. Sebuah jembatan alami yang terbentuk dari sebatang pohon raksasa yang telah membatu, membentang di atas jurang yang dasarnya tak terlihat. Hanya kabut tebal yang bergulung-gulung malas di bawah sana. Jembatan batu itu sempit, lebarnya hanya cukup untuk satu orang berjalan, dengan permukaan licin dan tidak rata.
101.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 52 kali sebagai jembatan apung kampung laut
Baca
+Pustaka
Kebangkitan Pendekar Amnesia

Kebangkitan Pendekar Amnesia

"Kalau kamu sampai kenapa-napa, gimana dengan ayah dan ibumu?" Semua orang benar-benar panik. Bahkan Marcus dan istrinya pun menyingkirkan perselisihan mereka, ikut membujuk. Tak ada yang menyangka, masalah ini sampai membuat Laura ingin mengakhiri hidupnya. Jembatan Bataram setidaknya 30 meter dari permukaan air, setinggi kira-kira sepuluh lantai. Hanya dari benturan jatuh saja sudah cukup untuk merenggut nyawa. Belum lagi sekarang sedang musim banjir, arus sungai sangat deras. Melompat berarti hampir tidak ada kemungkinan selamat!
9.688.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.4K kali sebagai jembatan apung kampung laut
Baca
+Pustaka
Dikejar Cinta Mantan Suami

Dikejar Cinta Mantan Suami

Udara pegunungan Alpen yang segar menyapu wajah mereka, memberikan energi tambahan bagi Zelena yang kini perutnya mulai terasa sedikit berat. ​"Sedikit lagi. Itu dia jembatannya," tunjuk Jeandra ke arah celah tebing di depan mereka. ​Jeembatan Marienbrucke terbentang dengan gagah di atas jurang Pollat yang sangat dalam. Jembatan tersebut adalah sebuah mahakarya teknik dari abad ke-19. Jembatan itu berupa jembatan gantung yang menghubungkan dua tebing curam. Konstruksinya terbuat dari besi tempa yang kokoh namun terlihat ramping, dengan lantai jembatan yang terdiri dari bilah-bilah kayu yang tersusun rapat. Di bawah jembatan, sekitar 90 meter ke bawah, air terjun Pollat menderu harmonis, menc
1057.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.7K kali sebagai jembatan apung kampung laut
Baca
+Pustaka
Tersesat Di Dunia Pendekar

Tersesat Di Dunia Pendekar

Lebih ke bentuk limas segi empat. Bahkan untuk masuk ke gerbang utama, mereka berlima harus melalui danau kecil yang terbentang di depan mereka. Hanya asal jembatan yang terbuat dari batu besar berwarna hitam keabuan. "Apa kita masuk melalui jembatan itu?" Tanya Ki Joko Gendeng. "Tidak, kita ambil jalan memutar. Mungkin kita bisa mencoba masuk dari sisi timur," ungkap Dyah Lokapala.
1010.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 297 kali sebagai jembatan apung kampung laut
Baca
+Pustaka
Menjadi Pengantin Pengganti Untuk Tuan CEO

Menjadi Pengantin Pengganti Untuk Tuan CEO

Jembatan itu dihiasi tanaman rambat dan lampu-lampu gantung kecil di pinggirannya, membuat tempat itu tampak seperti potongan adegan dalam drama romantis. “Inilah… ‘Jembatan Harapan’ yang terkenal di kampus kami,” ucap Aluna sambil berjalan ke tengah jembatan. Nada suaranya dibuat seolah yakin, meski dalam hati ia tidak tahu sama sekali apakah nama jembatan itu benar ‘Jembatan Harapan’ atau hanya rekaan spontan. Angga memperhatikannya dengan saksama. Sejak awal, ia memang tidak tertarik dengan bangunan-bangunan di kampus ini. Perhatiannya hanya tertuju pada gadis di depannya itu.
101.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 54 kali sebagai jembatan apung kampung laut
Baca
+Pustaka
Puteri Terakhir Keluarga Mafia Berkuasa

Puteri Terakhir Keluarga Mafia Berkuasa

Air jernih yang bersinar di bawah sinar matahari. “Jembatan ini disebut jembatan Amora. Pemerintah menyiapkan dua jalur berbeda. Jalur untuk kendaraan umum dan jalur untuk kereta. Lalu sungai di bawah kita saat ini adalah Sungai Joa dengan hilir dan hulu lautan.” Butuh 10 menit untuk menyebrangi bengawan, kereta tur memasuki pemukiman yang semua bangunan penduduknya tersusun dari batu-bata putih, tanpa cat atau pelapis semen.
830 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 19 kali sebagai jembatan apung kampung laut
Baca
+Pustaka
Hidup Kembali di Zaman Kuno

Hidup Kembali di Zaman Kuno

Pedagang, petani, bahkan nelayan dari Desa Anggur kini bisa membawa hasil bumi dan hasil tangkapan mereka ke Kali Bening tanpa harus bersusah payah menyimpannya di sungai dengan rakit. Warga desa Anggur pun terkagum dengan perkembangan kampung pengemis ini, mereka mampu membangun jembatan yang memiliki lebar empat meter Panjang 31 meter. Ya kali bening memiliki lebar Sungai yang besar dan memerlukan rakit jika ingin menyeberanginya.
1012.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 326 kali sebagai jembatan apung kampung laut
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234568
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status