MADU YANG BERACUN
Ibu yang lain hanya menyimak.
Perkataan Jenar tepat mengenai jantung Embun, sakitnya menjalar ke seluruh tubuh. Mata wanita itu memanas dan berpikir dirinya bukan wanita yang baik. Embun meletakkan gelas di tangannya di atas meja karena tidak kuat lagi memegang benda yang terasa berat itu. Tidak tahan mendengar obrolan menyakitkan, Embun beranjak pergi dari tempat itu. Jenar melirik Embun lewat ekor mata, sebelah sudut bibirnya tertarik membentuk sebuah senyum sinis.
"Ya, Tuhan kenapa aku begitu cengeng," gumam Embun sambil menghapus setetes air mata yang berhasil lolos.