Jerat Tuan Pebinor
Butiran_Debumama mertuacerita mertuacerita sek ibu mertuacerita sek bapak mertua
Dia biarkan aku menerima rasa nyaman yang tersalur dari tubuhnya, sehingga tangisan bahagia ini pun bisa kukendalikan.
"Menangis lah untuk terkahir kalinya, menangis lah. Tapi setelah ini, kau harus selalu tersenyum baik itu di depan atau di belakangku." Dia mengelus rambutku. "Ingat, Sayang, putra kita juga akan tersenyum jika mamanya tersenyum. Tapi jika kau menangis, Joseph pasti langsung menyalahkanku," tambahnya lagi diikuti gelak kecil untuk menghibur.
Beliebte Kapitel