Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Adikku Ingin Jadi Artis

Adikku Ingin Jadi Artis

"Wajah cantik karena make up dan skincare banyak Lula, tapi hati yang cantik itu susah dicari, apalagi wajah cantik ditambah hati cantik langka itu" Lula tak merespon ucapanku, ia kembali ke kamar. Tak lama kemudian ia keluar dengan menggunakan kaos lengan pendek dan celana jeans pendek sampai lutut, rambut yang terurai, serta bau parfum yang sangat menyengat. "Aku pergi dulu keluar Kak." "Tunggu!" "Ada apa lagi?" "Pakai jilbab Lula, sebagai seorang muslimah jilbab wajib dipakai, itu perintah Allah bukan perintah Kaka."
102.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 101 kali sebagai jilbab langsung
Baca
+Pustaka
ISTRI BADUNG DITAKLUKKAN USTAZ RUPAWAN

ISTRI BADUNG DITAKLUKKAN USTAZ RUPAWAN

Sedangkan yang ditatap sibuk merapikan jilbab segi empatnya. “Ih, ribet banget sih, pake jilbab gini,” keluh Zivanka. Biasanya dia mengenakan jilbab instan atau pashmina yang disematkan asal. Akan tetapi, karena sekarang mau datangi sesi interview, jadi biar terkesan rapi dan formal, dikenakanlah jilbab segi empat. “Sudah, gitu aja.” Azkio sedikit kesal.
9.933.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai jilbab langsung
Baca
+Pustaka
Tabir Kematian Sahabatku

Tabir Kematian Sahabatku

Karin membuang muka. Ada pengajian yang dilakukan di panti asuhan, maka dari itulah Karin mau tidak mau memakai jilbab. Wanita tomboi itu masih sungkan jika harus memakai jilbab. Sebab hal itu menjadikan gaya geraknya terbatas dengan gamis panjang hingga menutupi mata kaki. Menjadikan dia tidak bisa mengkarate seseorang, walaupun ingin. "Kamu kenapa tiba-tiba datang mau nonjok muka abang saya?" tanya Karin seraya menatap Joshi tajam.
107.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 266 kali sebagai jilbab langsung
Baca
+Pustaka
Pak Ustadz, Jadilah Imanku!

Pak Ustadz, Jadilah Imanku!

Tak lama ia kembali lagi kesini. Dia menyerahkan jilbab warna putih. Aku menerimanya. Mereka hampir pergi saat aku mulai menjembreng kain yang ternyata berbentuk kotak. "Nay, ini!" Aku menunjuk pada jilbab. "Kenapa, Mbak?" tanya Nay mendekat. "Ini bagaimana pakainya?" Aku bertanya terus terang. Nay mengambil jilbab itu dan melipat menjadi segi tiga. "Ini, Mbak. Jangan bilang ngga bisa pakai juga!"
1016.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 563 kali sebagai jilbab langsung
Baca
+Pustaka
Siapa yang Menghamili Muridku?

Siapa yang Menghamili Muridku?

Aku ingin jadi seperti dia, cantik dan baik hati. “Eh, iya, Buk. Diyya masih bingung cara masang peniti pada jilbab,” jawabku. “Pakai jilbab langsung aja dulu, kalau memang belum bisa pakai jilbal segiempat kayak gitu. Kamu ‘kan mau belajar menggunakan hijab, jadi cari yang simpel aja dulu!” ujar Ibuk sambil mendekat dan membantuku memasangkan peniti di leherku.
109.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 207 kali sebagai jilbab langsung
Baca
+Pustaka
PEMBALASAN ISTRI PELIT YANG SESUNGGUHNYA

PEMBALASAN ISTRI PELIT YANG SESUNGGUHNYA

Mau bangun siang, mau makan banyak tidak ada yang berkomentar. "Rum, kita ke rumah Mbak mu sekarang. Mumpung belum sore. Besok kamu tinggal istirahat." "Ok, Mak. Aku ambil jilbab dulu ya!" Aku segera mengenakan jilbab intan berwarna merah marun dipadu padankan dengan setelan baju kekinian berwarna kunyit. Ah, rasanya aku seperti gadis lagi. Bibir ini aku poles dengan lipstik dengan warna senada dengan jilbab. Tidak lupa aku semprotkan minyak wangi keseluruh badan.
1094.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.2K kali sebagai jilbab langsung
Baca
+Pustaka
Dikira Miskin Saat Pulang Kampung

Dikira Miskin Saat Pulang Kampung

"Datang-datang malah marah-marah nggak jelas. Jangan sampai jilbabmu membuat kesan buruk karena sikap kamu yang begini ...." "Jangan bawa-bawa jilbab, Mbak!" sela Gina marah. "Sikapku tidak ada hubungannya dengan jilbab yang kupakai. Aku memang bukan wanita baik, tapi berjilbab adalah kewajiban bukan?" "Ada apa sih ribut-ribut?" Kusaini datang dari arah kamar. Dia menggendong Pandu dan mendudukkan putranya di depan bayi Felisha yang saat ini sedang lelap di depan TV.
9.11.2M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 26.8K kali sebagai jilbab langsung
Tampilkan Ulasan (83)
Baca
+Pustaka
Lengkunglangit
dr sekian banyak karakter, paling empet baca season Sea. Bu Diah Bu Eni msh ketawa, konyol aja ada org yg begitu .... Sea msh muda, berpendidikan, cantik, punya keluarga yg sayang bgt. tp kelakuannya minus ...
Ayusqie
Di luar hujan, numpang neduh ya kak author. Siapa tau kaka2 di sini mau neduh juga di karyaku, judulnya SUSAHNYA JADI MAS JOKO, author Ayusqie.        Pecah nih, kak. Romancenya bikin ngilu, kocaknya menggelitik, n sedihnya bikin mewek. Silahkan mampir ya kak. Terima kasih kk author dan kk2 semua.
Baca Semua Ulasan
Kabur Saat Masa Iddah

Kabur Saat Masa Iddah

Ahbek kembali dengan tumpukan hijab mendiang ibunya dalam dekapan dan dihamburkannya ke tubuh Mira yang tidak beranjak dari lantai sedari tadi karena memang tidak memiliki tenaga untuk itu. "Ambil semua ini." Mira mendongak takut, tidak spontan mengambil helaian hijab untuk menutupi kepalanya. Ahbek sedikit bersabar kali ini. Diambilnya satu helaian hijab dan menatanya di kepala Mira. Tiba-tiba lelaki mengerikan itu tersenyum, Mira terlihat begitu cantik di matanya. "Mulai hari ini, pakai ini. Jangan perlihatkan apa yang tidak berhak kamu perlihatkan, seperti yang tadi kamu lakukan!"
2.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 83 kali sebagai jilbab langsung
Baca
+Pustaka
PLAYBOY KENA BATUNYA

PLAYBOY KENA BATUNYA

Hari ini ia mengenakan jilbab longgar, membuatnya sesekali melemparkan ujung jilbabnya ke balik bahu. “Nyaman sekali. Terima kasih untuk pinjaman rumahnya yang luar biasa ini, Nad.” Wanita berjilbab itu sekali lagi melempar ujung jilbab dengan gaya anggun dan tersenyum sangat manis. “Kuharap kamu juga akan suka sarapan ala Aljazair.”
102.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 70 kali sebagai jilbab langsung
Baca
+Pustaka
ALASAN SUAMIKU MENDUA

ALASAN SUAMIKU MENDUA

Zia hanya mengangguk pasrah, ia tak memiliki alasan untuk mengatakan 'tidak'. Farid membuka perlahan kain yang membentuk jilbab berukuran besar itu hingga menyisakan rambut sebahu yang tergerai lurus berwarna hitam pekat. Aroma shampo yang menguar kini menyatu dengan aroma wangi kamar pengantin mereka.
10104.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.4K kali sebagai jilbab langsung
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
9
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status