A DEAL WITH COLD PROFESSOR
katanya sambil cepat-cepat menenggak air mineral.
Aku tersenyum tipis, lalu otomatis meraih ransel yang kutaruh di samping kursi. Tapi sebelum aku sempat berdiri, Revan sudah lebih dulu berdiri tegap. Ia meraih gelas wedang jaheku yang sudah kosong, menaruhnya ke sisi meja agar tidak berceceran. "Ayo, Senja. Kita jalan sekarang, nanti penuh di pintu bus." Ucapannya terdengar biasa, tapi jelas ada nada protektif di baliknya.
Aku menunduk sebentar, menyamarkan senyum kecil. "Iya, bentar."
Capítulos em Alta