Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Ketika Bunga Kembali Mekar

Ketika Bunga Kembali Mekar

Setelah turun hujan semalaman, akhirnya hujan berhenti. Esok harinya, Sonia terbangun karena suara ponsel. Dengan masih setengah mengantuk, Sonia meraih ponsel. Terdengar suara pancuran air dari kamar mandi. Sambil melihat notifikasi yang terus muncul di layar, Sonia memasukkan kata sandi. Begitu dibuka, sebuah obrolan grup muncul, lalu Sonia menggeser ke atas. [Kevin, hari ini cinta pertamamu pulang, kamu nggak jemput?]
3.2K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 98 Beses bilang jojo no kimyou na bouken
Read
+Library
The Horizon of Jiu

The Horizon of Jiu

Shenlong memperhatikan Jiu di kejauhan tanpa melunturkan senyum di wajah. “Kakak cantik, maukah membeli sekuntum bunga?” Seorang gadis kecil menawarkan bunga enam kelopak berwarna putih. “Hanya 1 yuan saja, Kak!” Jiu mengerjapkan mata, sedikit menahan suaranya saat melihat gadis cilik dengan rambut hitam yang dikuncir dua dan digulung seperti donat. Gadis penjual bunga itu sangat menggemaskan, membuat Jiu berjongkok agar garis mata mereka sejajar.
102.3K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 56 Beses bilang jojo no kimyou na bouken
Read
+Library
Bukan Bunga Bakung

Bukan Bunga Bakung

Memang, kali itu, bahkan mungkin hingga kini, baik Retno maupun Diandra sebetulnya tidak terlampau peduli apakah ada atau tidak buku yang dimaksud Ranu. “Ah, soal buku itu kan hanya cipoa untuk menutupi gayanya Ranu nembak kamu Ret,” ucap Diandra ketika mereka bertiga makan Soto Mie Bogor itu. Kala itu, Ranu juga tidak terlampau mengelak. Ranu hanya tertawa dan berucap. “Aku memang jatuh cinta sejak lama sama Retno, Di,” aku Ranu yang membuat Retno tersipu malu.
912 viewsOn holdIdinagdag sa Library 35 Beses bilang jojo no kimyou na bouken
Read
+Library
Dipole

Dipole

"Kau tahu, Himeko? Kalau ada anak kampus mengetahui sifat perayumu yang seperti ini, pasti bakal lebih heboh daripada kasusmu sama anak-anak kurang kerjaan itu!" Sebuah keajaiban, Naoto memang tidak semencolok biasanya. Rambut kuning terangnya ini kini tertutupi oleh kupluk rajut berwana abu-abu, begitu pula dengan jaket bomber hitam yang membuat dirinya tampak berbeda. Dan pernyataan terakhir pemuda di hadapan Himeko itu membuat ya merasa tertohok. "Ish, Kei-kyunnn~"
101.7K viewsOngoingIdinagdag sa Library 60 Beses bilang jojo no kimyou na bouken
Read
+Library
Hold off

Hold off

Tebak Yuno. Jeno melihat gemricik air terjun mini dengan tatapan kosong, "Mika kangen dengan bang Yuno tapi tidak pernah bilang ke bang Yama. Dia selalu semangat bercerita kalau habis video call atau zoom dengan bang Yuno. Setiap ke butik, distro atau mall dia selalu membeli kemeja untuk bang Yuno menjadikan badan saya sebagai patokan ukuran walau tidak yakin dengan ukuran perkiraannya sendiri."
4.1K viewsOngoingIdinagdag sa Library 142 Beses bilang jojo no kimyou na bouken
Read
+Library
BUKAN OB BIASA

BUKAN OB BIASA

Ketika aku membuka penutup mataku, aku menemukan sebuah pemandangan yang cukup familiar. "Ini- ini bukannya di Le Bridge?" Ujarku heran. Saat itu, ketika aku melihat ke depan dan menemukan Adam sedang berlutut tepat di depanku, sambil satu tangannya mengenggam setangkai bunga mawar. Sikap Adam begitu jantan dan romantis, berbanding terbalik denganku. 'Oh, tidak!' Ingatanku segera kembali pada kenangan kami beberapa bulan yang lalu.
9.1171.5K viewsOngoingIdinagdag sa Library 6.0K Beses bilang jojo no kimyou na bouken
Read
+Library
Katamu Uang Tak Kenal Saudara

Katamu Uang Tak Kenal Saudara

Tubuh suamiku berguncang, menandakan dia juga menangis. "Aaaaaaaa! Jangan! Jangan!" Aku meronta saat mukenaku ditarik paksa oleh beberapa laki-laki biadap ini. Apa dayaku? Mukena ini robek, hingga membuat auratku terbuka. Byuuur Aroma menyeruak menusuk hidungku, Allah! Ini bensin, benar, ini bensin. Dan manusia biadap yang menyiram itu Handoyo. "Bakar, bakar bakar!"
7.840.6K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 1.2K Beses bilang jojo no kimyou na bouken
Read
+Library
Aku Tak Membencimu

Aku Tak Membencimu

Namun laki-laki itu tak kunjung membuka mulutnya, membuat Ayyara semakin geram. "Jangan sampai aku marah hanya karena kamu lama membuka mulut!" Kieran tersenyum gemas. Dia kemudian melahap suap bubur dari Ayyara. Padahal saat ini Ayyara sudah marah-marah, tapi perempuan itu bicara seolah belum marah. "Ayyara, apa kamu membenciku?" Tanpa pikir panjang. Ayyara mengangguk, mengiyakan pertanyaan Kieran barusan. "Aku sangat membencimu mas. Sejak kita mulai dijodohkan, aku sudah membencimu."
109.9K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 297 Beses bilang jojo no kimyou na bouken
Read
+Library
Jodohku Musuhku

Jodohku Musuhku

Lalu menuju di sebuah taman bunga. Beberapa saat kemudian, mereka sampai di sebuah kursi dan sekitar bunga yang tumbuh bermekaran. Arga memberikan Elissa kesempatan untuk duduk, lalu Arga mengambil beberapa bunga mawar. Setelah itu, Arga duduk bersimpuh di depan Elissa. “Elissa, bunga ini sangat cocok untuk lambang cinta kita.” “Maksud kamu?” “Mawar yang indah dan harum seperti cinta kita, sedangkan duri ini seperti rasa kebencian kita sebelumnya. Akan tetapi, percaya lah tentang cinta ini. Sejak tadi kamu belum katakan apa-apa.”
102.8K viewsOngoingIdinagdag sa Library 83 Beses bilang jojo no kimyou na bouken
Read
+Library
Cintai Rembulan

Cintai Rembulan

Jevan yang menyeramkan terlihat lebih menyeramkan dengan penampilan kusut dan langkah lunglai persis seperti zombie. “Buka pintunya, Kak Jevan!” teriak Feray namun tak didengar. Jevan malah memojokkan Feray pada dinding dengan menghimpitnya penuh sesak berusaha mendekatkan wajahnya pada wajah milik Feray. Kepanikan Feray semakin bertambah ketika Jevan mulai menyentuh bahunya hingga satu kecupan mendarat pada pipinya. “Kurang ajar!” Feray mendorong keras bahu Jevan namun lelaki ini kembali mendekat serta mengecup pipinya lagi berulang kali.
1.9K viewsOngoingIdinagdag sa Library 46 Beses bilang jojo no kimyou na bouken
Read
+Library
PREV
1
...
345678
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status