KAMI YANG DISIA-SIAKAN BAPAK
bisikku pada Adrian.
“Masa, sih? Gak ada, ah.” Adrian ikut menoleh.
“Itu yang mobil item.” Aku berargumen.
“Kenapa harus yang item, Kak. Itu yang merah juga malah nyalip yang item sekarang, dia yang dibelakang kita. Di belakang yang item juga ada mobil lagi. Kenapa harus yang item?” Adrian bicara panjang lebar.
Aku terdiam. Iya juga. Mobil banyak di belakang mobil kami. Namanya juga jalanan. Hanya saja … entah kenapa, aku merasa jika mobil hitam itu memang mengikuti kami sejak tadi.
ตอนยอดนิยม