Sang Junjungan
Benar saja, Siti berusaha menenangkan anaknya yang menangis kencang, tangannya menunjuk ke kolong truk serta atap rumah.
"Aji, kenapa?" tanya Pak Tejo berusaha menenangkan anak tersebut. Dengan nada cadel Aji menjawab dengan ketakutan.
"Itu Mbah, ada cetan ceyem banget! Pokoknya, Aji mau puyang!"
Pak Joko yang mengerti bahwa cucunya indigo, segera berpamitan pulang setelah sebelumnya meminta maaf kepada Adi dan Pak Tejo.
"Aaah, setan apa? Pak Joko, kok, percaya saja sama cucunya." Pak Tejo kesal karena gagal mendapat komisi. Terus berbicara walau sudah sampai rumah.
Hot Chapters