Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
MADU CAP HALAL

MADU CAP HALAL

aku telah memiliki istri yang sangat aku cintai. "Kamu datang tepat waktu. Beberapa detik saja kamu terlambat, maka akan aku pastikan Bapakmu juga terlambat bernapas," ucap Juragan dengan sinis dan kejam. "Maaf Juragan. Saya terlambat bangun," jawabku singkat tanpa harus ada pertanyaan lain. Andaikan saja Juragan tahu, aku juga malas datang ke tempat ini.
1.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 50 kali sebagai juragan dan tuan
Baca
+Pustaka
Warisan Artefak Kuno

Warisan Artefak Kuno

Diam-diam ada kilatan cahaya senang di matanya. Rong Guo terus berlutut, tidak mengangkat kepala. Dia menantikan jawaban dari orang tua gagah itu, yang keputusannya akan mengubah jalan hidupnya. Tak lama berpikir, pria itu akhirnya menghela nafas dalam-dalam, lalu berkata, “Baiklah, aku mengijinkanmu untuk mengikuti aku, kemanapun aku pergi. Namun, perlu kamu ketahui. Hubungan kita adalah hubungan antara dua orang yang berbeda, tidak ada hubungan antara guru dan murid. Adapundemikian, jika kamu ingin menganggapku sebagai tuanmu, aku tidak keberatan. Tapi aku tidak menganggapmu sebagai kacungku. Apakah kamu mengerti?”
9.8227.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5.0K kali sebagai juragan dan tuan
Tampilkan Ulasan (66)
Baca
+Pustaka
LINDA GUNAWAN
awalnya keren. warna silatnya kental. di kisaran 75-80% alurnya malah bukan cerita silat, sepertinya sdh kehabisan cerita, malah cerita ala pokemon/pokemon go/cerita ala games muncul. please deh...mending gak usah maksain konflik sikat menjadi konflik games.
Mr. Mystery
Izin Promosi Thor Bagi kalian yang suka membaca kultivator yang benar-benar realistis, dimulai dari manusia biasa/fana yang menjadi legenda. Tanpa embel-embel keluarga/klan atau pelindung di belakangnya... Yuk baca "Benih Dao Kekacauan" 🫡🫡
Baca Semua Ulasan
Cundhamani (Panah Api)

Cundhamani (Panah Api)

ujar Pria itu dengan sopan. Gantari tersenyum singkat. Ada hal yang tampak tak biasa ia lihat dari pedagang ini. Pria ini menyebut suaminya ‘Tuan’. Lalu saat berbincang ia selalu menunduk dan memberikan jarak. Perlakuan yang selalu diterimanya samasa hidup di istana. “Aku tahu kau bukan pedagang senjata, Ki Sanak!”
1098.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.8K kali sebagai juragan dan tuan
Baca
+Pustaka
Istriku Seorang Juragan

Istriku Seorang Juragan

Sifat keras kepalanya menurun dari mamang, ia begitu tukuh dalam pendiriannya. "Mail jangan lupakan kalau kita ini orang kaya, semua warga desa ini menyebut teteh Juragan. Kamu gak perlu sungkan dengan apa pun, teteh mau dan senang kamu repotkan" geramku. Mail tertawa, ia memelukku erat. "Iya teh Juragan iya, teteh paling kaya di desa ini." Kekehnya. Kami berdua tertawa renyah, seakan lupa akan masalah hidup yang menjeratku kali ini.
103.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 114 kali sebagai juragan dan tuan
Baca
+Pustaka
Perjalanan Waktu: Gairah Liar Para Selir!

Perjalanan Waktu: Gairah Liar Para Selir!

Danu yang sedari tadi terdiam, tiba-tiba menunjuk ke arah seorang pria paruh baya yang tengah berjalan dengan dua wanita muda. Pria itu memiliki perawakan besar dengan pakaian yang rapi, menunjukkan statusnya sebagai seorang saudagar kaya. "Itu dia, mantan majikan saya, Yang Mulia," terang Danu. "namanya Juragan Brajadipa." "Oh, itu dia," kata Rajendra. "baiklah, kita langsung temui saja."
9.858.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.2K kali sebagai juragan dan tuan
Baca
+Pustaka
Godaan Tuan Majikan

Godaan Tuan Majikan

Ternyata benar apa yang dikatakan Mang Jojo, senyum Tuan Ardan bisa membuat siapa saja meleleh. "Kamu juga menanam terong di rumah?" tanya Tuan Ardan penasaran. Nada biacaranya tak lagi dingin seperti sebelumnya. "Iya, Tuan. Eh, tapi sebenarnya itu kebun mertua saya. Ada beberapa sayuran yang ditanam, contohnya seperti yang saya sebutkan tadi. Selain itu juga ada rempah-rempah dan pohon rambutan." Tuan Ardan masih menatap Lastri dengan senyuman yang tak kunjung pudar. Ia kembali berjalan, tapi langkahnya justru mendekat pada Lastri.
1.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 28 kali sebagai juragan dan tuan
Baca
+Pustaka
Terlanjur Mengandung Benih Tuan Vir

Terlanjur Mengandung Benih Tuan Vir

||Rendra. ("Tuan. Tuan Joan, tadi datang ke sini. Beliau berkata ingin bertemu dengan Tuan, tapi karena saya berbicara kalau Tuan tidak ada, maka membuat Dia pergi dan dia tidak menyampaikan apapun keinginan dia ke sini untuk apa. Tapi tenang saja, saya tidak memberitahu keberadaan Tuan ada di mana.")
1.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 29 kali sebagai juragan dan tuan
Baca
+Pustaka
Gundik Bangsawan Belanda

Gundik Bangsawan Belanda

"Oh Tuan Jiwana. Beliau datang kemari untuk mendiskusikan mahar adat untuk pernikahan." 'Tuan Jiwana?' Bocah pesuruh itu di panggil tuan? Hal itu membuat urat di dahi Lana bermunculan. Ia adalah seorang Dewi, dan Jiwana adalah seorang pesuruh. Bagian mana yang membuat ia terlihat lebih mulia dibandingkan Sina. Namun ia berusaha mengabaikannya. "Lalu bocah keras kepala dengan senyum menyebalkan itu, kemana dia?"
1012.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 321 kali sebagai juragan dan tuan
Baca
+Pustaka
WARUNG TENGAH MALAM

WARUNG TENGAH MALAM

Kataku “Itu anaknya ketua Kampung, si Rani nikah sama orang Kota. Hajat gede-gedean Jang, siangnya pengajian, sore nya dangdut, malamnya wayang golek,” Katanya sembari bersemangat. “Ya sudah atuh ya, mau lanjut jalan, kasian si Ibu sudah nungguin," Katanya sembari melambaikan tangan.
9.8683.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 19.1K kali sebagai juragan dan tuan
Tampilkan Ulasan (174)
Baca
+Pustaka
Astri Kurniasih
saya sudah tamat baca ini ya sama kutukan leluhur juga, buka pake koin berbayar Dannnn, setelah beberapa lama(berbulan2) saya mau nostalgia baca ulang, tau ga mas othor saya mesti buka lagi pake koin, semua kekunci lagi... plis atuh lah saya waktu itu buka koin pake uang bukan pake daun... KECEWA
pujangga manik
jangan lupa baca karya terbaru saya ya SEHARUSNYA KAU IKUT MATI ekslusif di Goodnovel baca juga karya saya yang lain WARUNG TENGAH MALAM (tamat) KUTUKAN LELUHUR (tamat) KAMPUNG HALIMUN (tamat) support terus ya, Terima kasih
Baca Semua Ulasan
Sudah Cukup, Tuan!

Sudah Cukup, Tuan!

Tian menutup pintu mobil perlahan. Tidak keras, tapi cukup tegas untuk menunjukkan bahwa kesabarannya sedang tipis. Tatapannya tidak lepas dariku. “Kau bilang padanya kita hanya saling kenal sebagai pelanggan dan pelayan.” Aku mengangkat dagu. “Memang itu faktanya. Anda berharap saya menjawab apa?” “Jangan main kata.” “Nah, sekarang Anda datang ke kampus untuk mempersoalkan itu?” bisikku tajam. “Di tempat tunangan Anda kuliah?”
2.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 47 kali sebagai juragan dan tuan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status