Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Misteri di Rumah Mertua

Misteri di Rumah Mertua

ujar Papa, seraya menunjuk ke arah yang akan dia datangi. "Hem, gak apa-apa, Pah." Lelaki yang sudah tidak lagi muda itu pergi, dan sekarang aku sendiri di sini. Ah, tidak juga sebenarnya. Ada pekerja Papa yang lain di dalam gudang, yang tengah melayukan daun teh hasil panen. Setelah layu, nanti daun teh akan dibawa ke pabrik untuk digiling, lalu dikeringkan sebelum dijual atau diolah menjadi minuman kemasan.
1032.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 677 kali sebagai juragan teh
Baca
+Pustaka
Babu Dimata Suami Ratu Dimata Tetangga

Babu Dimata Suami Ratu Dimata Tetangga

Mereka akan kehilangan banyak uang untuk menganti semua upah para warga, menganti biaya bangunan yang mereka rusak pada Satria sebagai pemilik rumah, mengganti sapi milik keluarga Gemma. Saat sedang butuh uang untuk memganti rugi, orang suruhan Zevandra datang ingin membeli perkebunan teh milik keluarga tersebut. Sang jurangan kebigungan karena semua anggota keluarganya terancam di penjara. Ayah Regi setuju menjual perkebunan teh miliknya, lelaki yang duduk di kursi roda itu bahkan belum membicarakannya dengan anak-anaknya.
1018.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 719 kali sebagai juragan teh
Baca
+Pustaka
Renggali

Renggali

tutur pria itu sambil berjalan menghampiri kedua penjaga disana. “Ma-maaf Pak! Bukan seperti itu.” Salah satu penjaga itu berkata dan langsung berdiri tegak memberi hormat pada pria yang datang itu. Tidak seperti juniornya? Penjaga yang bersikap angkuh itu tidak menghiraukan Pria itu. “Ah! kamu lagi pak tua. Selalu saja! Tidak bisakah kamu memberi aku waktu sedikit saja untuk mengurus mereka,” ejek penjaga itu.
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 87 kali sebagai juragan teh
Baca
+Pustaka
SURGA YANG TAK DIINGINKAN

SURGA YANG TAK DIINGINKAN

Entah siapa yang memberitahunya aku ada di sini. "Umi mau buat sarapan dulu," ujar Teh Ratih sambil beranjak ke dapur, tetapi ketika melewatiku sempat berbisik, "Bicaralah, ingat jangan pakai emosi!" "Abi juga mau ambil buah jambu Cincalo," timpal Kang Yahya sambil berlalu ke luar rumah.
9.725.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 826 kali sebagai juragan teh
Baca
+Pustaka
Secangkir Teh Untuk Suamiku

Secangkir Teh Untuk Suamiku

Mungkinkah teh itu? Dia menggigit bibir. Bukan... bukan itu penyebabnya. Tapi— Tiba-tiba dia teringat. Teh itu bukan dari pantry umum. Itu milik pribadi Janu, yang dia simpan di lemari kecil sejak minggu lalu. Teh earl grey kemasan Inggris, jenis yang tidak dijual di minimarket biasa. Kenapa Janu tidak pernah meminumnya akhir-akhir ini, ya?
105.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 149 kali sebagai juragan teh
Baca
+Pustaka
KASTA HARTA DAN CINTA

KASTA HARTA DAN CINTA

Ibu Tut Rani, ibunda dari De Raga segera menyuguhkan teh dan jajanan ringan. "Silahkan, ini mungkin tidak seberapa, tetapi lumayanlah untuk menghilangkan haus. Kami tinggal di desa jadi kami tidak memiliki makanan mewah. Silahkan dicicipi!" ucap wanita tua itu ramah. "Terima kasih ibu, maaf kami merepotkan," jawab Dayu sambil mengambil segelas teh. Setelah itu dia menuangkannya sedikit ke atas tanah, dan meminum yang tersisa didalam gelas.
106.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 230 kali sebagai juragan teh
Baca
+Pustaka
30 Days Girlfriend

30 Days Girlfriend

Rhea baru hendak mengambil nasi, tapi ia meletakkan kembali piringnya. Ia benar-benar tidak bisa. Ia masih belum bisa melupakan apa yang dilakukan Brama kepadanya di masa lalu. "Permisi, ini tehnya, baru saya bikin. Tehnya olahan dari kebun teh di puncak, dijamin beda rasanya sama teh kemasan yang dijual di toko." Brama masuk dengan membawa satu nampan berisi enam gelas teh dan membagikannya kepada masing-masing orang.
1037.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai juragan teh
Baca
+Pustaka
The Billionaire Chasing Cinderella (Bahasa Indonesia)

The Billionaire Chasing Cinderella (Bahasa Indonesia)

ucap juragan Joko sembari menunjukkan hamparan kebun tehnya pada Aio. Benar, Aio datang ke desa tersebut dengan alasan menjalin kerjasama dengan Joko sang juragan pemilik kebun teh satu-satunya di tempat tersebut. Tentu saja alasannya untuk bisa menemui Tessa dan membawa kembali gadis itu. Di sisi lain, teh dari perkebunan Joko memang memiliki kualitas baik yang memang dibutuhkan untuk pasokan bahan baku produksi salah satu perusahaan pangan milik keluarga Aio. Karena itulah, Aio memiliki alasan yang sangat tepat. “Aku ingin melihat penanganan daun tehnya sebelum memutuskan apa benar-benar menjalin kerjasama dengan Anda,” ucap Aio.
9.915.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 487 kali sebagai juragan teh
Baca
+Pustaka
Kubalas Kekejaman Mertua Dan Suami

Kubalas Kekejaman Mertua Dan Suami

“Maaf ya lama.“ “Enggak papa, kok. Masih sabar.“ “Baguslah. Di minum tehnya!“ suruhnya dengan meletakkan secangkir teh ke hadapanku. Aku meraihnya dan langsung menyesap perlahan hingga tandas. Ada satu yang membuatku penasaran. Rasa teh ini kok aneh, enggak seperti biasanya. “Teh apa ini?“ “Teh Tanjung. Enak kan?“ “Ehm iya sih, tapi rasanya aneh.“ “Itu perasaan kamu saja kali, saya langganan beli merk ini.“ “Owh, ya. Mbak tak kasih tahu ya. Bayu itu sering mengeluh loh. Katanya Mbak nggak pernah memuaskan di ranjang gitu.“ “Terus jajan di kamu?“
1062.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.6K kali sebagai juragan teh
Baca
+Pustaka
Sì Hong To (Golok Empat Penjuru)

Sì Hong To (Golok Empat Penjuru)

· Rapat strategi panas, kode teh balik lagi! Kira-kira besok di toko teh bakal ada drama apa lagi? Drop komentar! Vote biar Guru dapet jatah teh-tapi jangan teh tarik, nanti lari semua! 🐉❄️🐕
414 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 10 kali sebagai juragan teh
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234569
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status