PERFECT HUSBAND
ujar Bagas, aku mendegup dan coba menggetarkan bibirku.
“Kalo begitu aku tidak ingin normal, aku ingin kembali seperti dulu lagi, dimana semua orang begitu, memikirkan perasaanku.”ucapku merintih, Bagas, coba mengatakan hal lain yang mungkin membuatku sedikit tenang,
“Normal, bukan kemungkinan untuk bahagia tapi normal itu adalah kesiaapan untuk menjalani keehidupan.”ujarnya aku mendegup.
“Jika kamu bisa dan sanggup menghadapi ini semua berarti kamu sudah siap dengan normalnya kehidupan, akan ada banyak hal baru ataupun pengalaman yang bisa kamu petik hikmahnya”jelasnya.
인기 회차