Kelana
bimbangnya.
"Yang nikah itu kamu, lho, Bi. Pakai aja yang kamu pengen dan kamu nyaman, nggak usah mikirin kata orang lain," tegas Lana meyakinkan.
Bianca terdiam dan menggigit bibirnya sejenak. Bola matanya berputar terlihat sedang berpikir. Tak lama kemudian, ia menyodorkan gulungan kain brokat warna putih tulang itu pada pramuniaga dan meminta pramuniaga tersebut untuk memotongnya sepanjang 3 meter. Bianca menoleh pada Lana dan tersenyum lega. Lana membalas senyuman itu.
Hot Chapters