Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Jangan Lakukan Ini, Kalian Itu Sepupuku!

Jangan Lakukan Ini, Kalian Itu Sepupuku!

Namun, cara Kak Lora menarik tanganku memang menunjukkan diriku ibarat bocah kecil yang sedang mengikuti kakaknya. Aku mendengus pelan sampai tiba di ruangan yang cukup luas, dengan sofa besar di salah satu sudut dan meja kerja yang dipenuhi berkas. Begitu masuk, suasana terasa lebih tenang, jauh dari keramaian di luar. "Ini kantor Tante, mulai hari ini kita bekerja di sini." “Duduk saja dulu,” kata Kak Lora sambil langsung menuju meja dan mulai membuka beberapa dokumen lalu menghidupkan laptop.
1040.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai kaca kantor
Baca
+Pustaka
Misteri Bulan Sabit Berdarah

Misteri Bulan Sabit Berdarah

Kata Trinita sambil mengelus meja antik kesayangannya yang diletakkan Tante Karin dalam ruang kerjanya. Tante Karin tersenyum senang. “Oh sudahlah aku sangat senang jika kalian menyukainya. Dan untuk kamu Trinita, lokasi kantor barumu hanya beberapa kilo ke utara dari sini. Kalau kamu ingin melihatnya, besok aku akan menjemputmu. Sebaiknya kalian gunakan hari ini dengan beristirahat. Aku pergi dulu. Kalau ada apa-apa langsung telepon aku.“ Katanya sambil keluar dari apartemen.
102.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 72 kali sebagai kaca kantor
Baca
+Pustaka
Suami Wasiat Kakek

Suami Wasiat Kakek

Katarina terlalu lelah hari ini, banyak sekali hal yang ia temui di kantor Rafka. “Loh,” Rengga hanya berlari mengikuti langkah Katarina. Sepanjang langkah ke parkiran mobil, Katarina masih tidak percaya. Apa yang sebenarnya Rafka lakukan untuk kantornya, jika ia tetap melakukan ini kantor ini akan lengser. ‘Aku kira dia ambisius dan pemikir keras, ternyata ... Hm!’ batin Katarina merutuki Rafka.
108.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 193 kali sebagai kaca kantor
Baca
+Pustaka
Istri Kontrak Presdir Arogan

Istri Kontrak Presdir Arogan

Setelah menempuh waktu kurang lebih setengah jam, barulah mobil itu memelan dan masuk ke area sebuah kantor besar lengkap dengan gedung pencakar langit. Ada tulisan 'K Group' jelas terpampang di atas gedung kantor utama. Lucas mendesah, lantas memperbaiki jasnya sewaktu berjalan masuk. Ia dan Albert tiba di resepsionis dan langsung dituntun ke salah satu ruang eksklusif di sana. "Silakan masuk, Tuan. Anda sudah ditunggu di dalam," ucap pegawai yang membawanya, sampai membukakan pintu.
1017.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 598 kali sebagai kaca kantor
Baca
+Pustaka
Di Balik Kantor CEO: Cinta yang Tak Terucapkan

Di Balik Kantor CEO: Cinta yang Tak Terucapkan

Perjalanan menuju kantor berlangsung dengan sunyi. Clara melihat Kieran sekilas, dan meskipun dia merasa lebih tenang dengan keberadaannya, ada ketidakpastian yang tidak bisa ia hindari. Perasaan ini bukanlah hal yang mudah untuk dilupakan—bahkan dengan semua janji yang sudah Kieran buat. Sesampainya di kantor, Kieran memberitahu Clara bahwa hari itu ia harus menghadiri rapat penting yang melibatkan beberapa pemegang saham perusahaan.
102.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 48 kali sebagai kaca kantor
Baca
+Pustaka
Kesengsem Ajudan Caem

Kesengsem Ajudan Caem

tukas Orlando. "Siap, Pak," balas Zikria. "Teras depan kantor ini, diperluas. Supaya bisa lebih banyak menampung orang. Terutama para bos yang akan datang ke sini." "Baik." "AC-nya kurang dingin. Ganti." "Okay." "Di sini, apa tidak ada kulkas?" "Ada, tapi ukuran mini."
101.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 45 kali sebagai kaca kantor
Baca
+Pustaka
Kafan Hitam

Kafan Hitam

ujarnya. Pak Dede serta orang-orang yang berada di aula dengan berduyun-duyun keluar dari aula desa. Mereka lantas berjajar di depan pintu dengan rapi. Terlihat di halaman depan kantor, sebuah mobil baru saja menepi. Tak lama setelahnya, Kiai Rohmat dan beberapa santri keluar dari kendaraan. “Assalamualaikum,” sapa Kiai seraya mendekat ke arah kantor. Senyum tak henti mengembang dari wajahnya.
9.775.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.9K kali sebagai kaca kantor
Baca
+Pustaka
Guru Cantik Simpanan Anak Pejabat

Guru Cantik Simpanan Anak Pejabat

Happy Reading ***** Mutia mendorong tubuh Bagas dengan keras supaya cepat berangkat ke kantor. "Katanya ada meeting penting. Sana berangkat. Nggak perlu berdebat lagi sama si kecil." Satu ciuman mendarat di pipi lelaki itu.
104.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 110 kali sebagai kaca kantor
Baca
+Pustaka
Cinta Untuk Keturunan Terakhir Wolfric

Cinta Untuk Keturunan Terakhir Wolfric

"Aku akan kembali tengah malam." Ayu menghentikan gerakannya, mengernyitkan alis. "Memangnha kamu mau ke mana?" Kaelan tersenyum paksa. "Aku ada rapat penting di kantor." “Rapat? Memangnya serigala punya kantor ya?” Tanya Ayu polos. Kaelan tersenyum sambil menggelengkan kepalanya. “Bukan, aku rapat bersama para manusia untuk membahas proyek yang sedang berjalan. Kau lupa ya, aku ini bekerja di salah satu perusahaan.” Jelasnya.
101.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 22 kali sebagai kaca kantor
Baca
+Pustaka
My Supermodel Husband

My Supermodel Husband

Menanyakan apakah ada yang mengenal kakaknya. Taksi sampai di K Management. Saat turun Flo dibuat kagum dengan kantor yang begitu megah. Dia pikir K Management berada di perperkantoran di tengah kota, tetapi ternyata justru berada di pinggir kota. Yang lebih membuat Flo terkejut kantor berdiri di lahan yang sangat luas.
9.917.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 598 kali sebagai kaca kantor
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status