Istri Pura-Pura Direktur Kejam
“Di samping kantor ada kantin, di depan ada restoran, di dekat resto ada cafe. Sekitar sepuluh meter dari kantor juga ada warung. Pak Dzaka kalau lapar tinggal datang ke salah satunya. Pergilah cari makan. Nanti kelaparan di sini, ribet.”
Dzaka sontak berkacak pinggang, kemudian me-maju mundurkan kursi sang istri. Kirana yang kaget refleks berpegangan pada tangan Dzaka yang jahil. Ia takut jatuh, terlebih kakinya masih posisi bersila.
“Mas, ih. Jangan digituin. Kursiku rusak nanti.”
“Tinggal diganti. Dana perusahaan nggak akan habis cuma buat ganti kursi doang,” ujar Dzaka dengan santainya.
Hot Chapters