Luka Seorang Istri
~
Aku mengantar Dilra ke sebuah Cafe, sedang aku pergi ke rumah Ardi, kurasa dia punya banyak kenalan, dan benar saja, Ardi menunjukkan beberapa foto laki-laki setengah baya, teman satu komunitas mogenya.
“Gue cari yang agamanya bagus, biar Ibu gue bisa diarahkan, jangan anak motor.”
“Ya elah anak motor sekarang juga hatinya pink kali, tampilannya saja yang brutal.”
“Serius gue!”
“Ini penampilannya saja yang sangar, tapi aslinya dia pemilik yayasan anak yatim dan dhuafa, duda tanpa anak.”
“Ke mana anak istrinya?”
“Meninggal, kecelakaan pesawat, tragis banget, pas mau menyusul dia ke tempat kerja, niatnya mau bikin kejutan, tapi takdir Tuhan malah memisahkan mereka selamanya.”