Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
KAIN PENGLARIS

KAIN PENGLARIS

“Jadi… kain itu—” Warno mengangguk cepat, napasnya goyah. “Kain itu bukan sekadar penglaris. Kain itu adalah tumbal. Semakin lama digunakan, semakin kuat makhluk yang tinggal di dalamnya. Dan kalau pemiliknya menolak memberi tumbal… makhluk itu akan mengambil sendiri.” Rara merasakan dingin menjalar dari punggungnya hingga ke tengkuk.
6802 viewsKumpletoIdinagdag sa Library 24 Beses bilang kain bantal
Read
+Library
Bukan Pengantin Pengganti

Bukan Pengantin Pengganti

Wajah Devanka yang cemberut malah terlihat semakin cantik di mata Keano. "Aku sudah menyuruh anak buahku untuk pulang. Jadi malam ini aku menginap di sini. Sekarang mana bantal dan selimut untukku?" tagihnya tanpa sungkan. "Issh.... Kamu ini benar-benar ya?" Gadis itu menggerutu. Namun tetap saja ia berdiri dan masuk kamar, lalu segera kembali dengan membawa bantal dan selimut. Ini hanya bantal dan selimut murahan. Devanka tentu saja tidak memiliki bantal dan selimut yang berharga mahal seperti di kamar apartemen Keano. Tapi biarlah. Kalau Keano tidak bisa tidur malam ini lantaran bantal, selimut dan cuaca yang cukup panas, itu bukan urusannya. Biar kapok sekalian!
1016.9K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 455 Beses bilang kain bantal
Read
+Library
PELUKAN PANAS SANG PRESDIR

PELUKAN PANAS SANG PRESDIR

“Kalau dia masih kecil, mungkin tidur di kamar mama dulu. Tapi nanti kalau udah agak besar, bisa kok tidur bareng Raynar. Kamu mau?” Raynar mengangguk penuh semangat. “Mau banget! Tapi… aku mau dia punya bantal sendiri. Bantal ini cuma buat aku,” ujarnya sambil memeluk erat bantalnya, membuat Naina kembali tertawa. Marven masuk ke kamar sambil membawa pakaian tidur Raynar. “Kalau adiknya kamu sayangin kayak kamu sayang bantal itu, pasti dia betah banget di rumah ini.”
8.529.8K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 1.0K Beses bilang kain bantal
Read
+Library
Bertahan Di Sampingmu

Bertahan Di Sampingmu

Ryley menarik bantal dari punggungnya yang kemudian ia simpan di atas pangkuan Kanaya. Kanaya tidak merespon, matanya masih fokus pada televisi. Lalu perlahan tangan Ryley masuk ke bawah bantal, merayap di atas paha Kanaya dan masuk semakin dalam melalui rongga di hotpant Kanaya. Kanaya menggunakan hotpant longgar sehingga memudahkan tangan Ryley menyentuh langsung ke bagian sensitifnya yang masih terbalut celana dalam.
1014.9K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 581 Beses bilang kain bantal
Read
+Library
Kelana Nirbatas

Kelana Nirbatas

Keempat anak manusia yang nyaris tidur sambil berdiri itu berkumpul di tepi pagar pembatas antara balkon dan momen terjun bebas. Balkon tanpa atap tidaklah berada di bagian depan atau belakang rumah Arsha, melainkan di bagian sisi sampingnya, oleh karenanya tempat ini bisa digunakan untuk melihat langit dari arah depan maupun belakang rumah, tepian balkon dilindungi oleh pagar berbahan besi yang tingginya mutlak tak lebih dari seratus senti. Mereka semua berdiri sejajar menghadap ke langit tenggara, sorot mata indah menyala milik Niskala bak dengan sempurnanya berhasil menangkap refleksi dari bintang berjarak jutaan tahun cahaya. “Fokus banget, di Bandung nggak ada bintang?” tanya Arsha tiba
9.93.5K viewsOngoingIdinagdag sa Library 114 Beses bilang kain bantal
Read
+Library
CINTA DIBALIK CADAR

CINTA DIBALIK CADAR

Katrina mengambil kain hitam yang terjatuh itu. Lalu dia seperti teringat sesuatu. Bukankah ini kain yang diberikan oleh laki-laki di dalam mimpinya tadi? Laki-laki yang tak lain dan tak bukan adalah sosok laki-laki yang sangat dia cintai. Masa lalunya. Cinta pertamanya. Reyhan... Ketika Katrina melihatnya lebih jelas, ternyata ini adalah cadar pemberian Kyai Abdullah untuknya.
9.723.8K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 523 Beses bilang kain bantal
Read
+Library
My Wife is My Suspect

My Wife is My Suspect

perintah Dylan dengan nada cuek. Atlanta melihat bantal tersebut dengan saksama. “Ini hanya bantal warna putih,’ komentarnya. “Bukan itu, yang kau lihat hanyalah bagian belakang. Kau harus melihat bagian depannya.” Ketika Atlanta membalikkann bantal tersebut, Atlanta terkejut mendapati bantal memiliki gambar tubuh Atlas dari kepala hingga kaki menggunakan pakaian casual. “Waw. What the hell is that?”
9.232.5K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 715 Beses bilang kain bantal
Read
+Library
SEDUCING HOT DUDA

SEDUCING HOT DUDA

Ketika sampai ke dasar, dia menemukan sebuah bantal berbentuk hati, dengan gambar seorang gadis cantik tersenyum. Ada notes di bantal tersebut. Pak Tua :* Jika sudah sampai paket ini di tanganmu, artinya kau masih bernapas :". Pak Tua, pakai bantal itu, dan sebelum tidur kau wajib mencium wajahku yang cantik membahana. Ingat, Pak Tua! Jika kau tidak memakainya, aku do'akan harimu selalu Senin :/ TTD, ibunya Sydney, London, Paris.
1094.9K viewsOngoingIdinagdag sa Library 3.3K Beses bilang kain bantal
Ipakita ang mga Review (52)
Read
+Library
Hi you
Hi rose aku udah baca semua bab mu, alur yang sangat beda dari cerita kebanyakan. Penulisan narasi dan dialognya juga sudah rapi menurut ku. Satu kata buat cerita ini 'keren' beda dari yang lain 👍🤩 Aku pasti tunggu setiap updatenya mu 🌸🌸
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
Basahin ang Lahat ng Review
Curug Kembar Pintu Gerbang Dunia Lain

Curug Kembar Pintu Gerbang Dunia Lain

Kain itu basah, seperti habis direndam. Arga menatapnya heran. > “Aku nemu ini nyangkut di bambu belakang… pas aku tarik, baunya nyengat banget. Tapi lihat, Ga…” Kain itu ternyata berisi simbol. Bukan tulisan Jawa kuno, bukan huruf Arab, tapi seperti lingkaran penuh mata, dan di tengahnya tergambar sebuah tangan terbalik yang menggenggam bulan sabit.
1.4K viewsOngoingIdinagdag sa Library 45 Beses bilang kain bantal
Read
+Library
Bang Juna (Izinkan Aku Memilikimu)

Bang Juna (Izinkan Aku Memilikimu)

Kubantu dia bangun dari sofa, dan pergi ke kamar. Membantunya ganti pakaian juga setelah itu. Bang Juna menahan kedua lenganku yang baru saja memasang kancing piyama di tubuhnya. "Sayang ...." "Bang, besok saja kita bicara. Malam ini aku tidak siap mendengar kabar buruk apa pun." Setelah itu aku lebih dulu naik ke atas ranjang dan sengaja meletakkan Humaira kecil di tengah-tengah kami.
1028.9K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 693 Beses bilang kain bantal
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status