Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Ular Di Farji Istriku

Ular Di Farji Istriku

serunya, lalu tak lama kemudian Nik Ratmi keluar membawakan bantal bersarung merah, tampak seperti kain beludru, walau dalam keremangan terlihat sedikit mengkilap. Pak Kusno mengambil bantal yang disodorkan istrinya, kemudian meletakkan di dekatku, aroma bantal begitu menusuk, wangi parfum f*nbo menguar, khas minyak para dukun. Ratna disuruh berbaring terlentang, Menit berikutnya pria paruh baya itu mulai merapalkan sesuatu yang tak kutahu artinya.
1023.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 735 kali sebagai kain bantal
Baca
+Pustaka
Mabuk di Malam Hujan, Berpisah di Terik Kemarau

Mabuk di Malam Hujan, Berpisah di Terik Kemarau

Kasur yang dia tiduri sekarang adalah pesanan khusus Yumna, yang katanya sangat baik untuk kesehatan punggung. Wanita itu biasanya suka meletakkan bantal empuk di sisi ranjangnya, agar bisa bersandar sambil membaca buku sebelum tidur. Detail-detail kecil yang tidak berarti ini, pada saat ini, tiba-tiba menghantam benaknya dengan begitu jelas. Gerakan Kevin sempat terhenti sejenak hampir tanpa disadari. "Kak Kevin?" Tania mengerang karena merasa tidak puas, lengannya melingkar di leher Kevin dan menarik pria itu kembali ke arahnya.
3.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 69 kali sebagai kain bantal
Baca
+Pustaka
KINASIH

KINASIH

ucapnya kembali mendorong kereta belanja itu ke arah lain. "Nah, butuh pempers nggak, As?" Sontak, Asih yang tengah mengamati sekitar menoleh ke arah Bayu yang kini memegang satu pack popok dewasa. "Balikin, Mas," bisik Asih yang kesulitan meraih benda di tangan pria itu. "Ya siapa tahu kamu pakai ini, As. Katanya orang hamil kan beser," imbuh Bayu masih membaca satu per satu produk di hadapannya.
1.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 36 kali sebagai kain bantal
Baca
+Pustaka
Mengejar Cinta Nona WO

Mengejar Cinta Nona WO

“Eh, bentar. Aku ada hadiah kecil buat kamu. Jangan gerak ya.” Mataku menyipit curiga. "Hadiah?" Dia lari ke kamar, terdengar seperti mengacak-acak sesuatu. Detik berikutnya, dia muncul lagi sambil membawa—sebuah bantal leher berbentuk alpaka ungu. Aku menatapnya, lalu bantal itu. "Gasan." “Iya. Buat kamu. Biar kalau tidur di sini nggak pegel lehernya. Lucu kan? Lucu dong?” Dia menunduk, nyodorin si alpaka ke mukaku.
2.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 47 kali sebagai kain bantal
Baca
+Pustaka
Suamiku, Lakon Sandiwara

Suamiku, Lakon Sandiwara

Kara hanya menyeringai, lalu tanpa pikir panjang melempar bantal ke arah Bane. “Sana tidur. Sebelum lo kebanyakan halu.” Bane menangkap bantal itu sambil cekikikan, lalu melenggang menuju kamarnya. Bane sedikit berteriak. “Ingat! Rumah ini banyak CCTV. Jangan berbuat yang… aku nggak mau edit sensor, oke!” Mala menunduk, pipinya memerah samar. Kara mengusap pelipisnya, geli sekaligus canggung. Sunyi turun perlahan setelah pintu kamar Bane tertutup.
10864 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 23 kali sebagai kain bantal
Baca
+Pustaka
Belaian Hangat Om Bastian

Belaian Hangat Om Bastian

Bastian mengambil selimut lain di lemari dan menebarkannya di lantai sebagai alas tidur. Berhubung hanya ada 1 bantal dan 1 guling, maka Bastian membiarkan itu semua untuk Naira. Dia memilih untuk menggunakan lengannya sebagai pengganti bantal. Naira masih terdiam mematung di sebelah ranjang, tubuhnya masih kaku, antara syok dan bingung. Haruskah dia tidur di kasur itu?
107.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 260 kali sebagai kain bantal
Baca
+Pustaka
Merebut kembali Cinta Istriku

Merebut kembali Cinta Istriku

Kini Ketiganya terlibat perbincangan tentang bayi kembar yang sedang menangis karena merasa risih itu. Tak lama kemudian, muncul lah ibunya Retha Di tangannya sedang memegang satu bantal yang bergambar kartun lelaki dengan hati terbelah. Sebelum masuk ke kamar ia sempat menyapa Justin sejenak, lalu menemui putri dan mantunya. "Tha, ini Mama bawain bantal kamu yang ada di rumah," ucap wanita paruh baya itu sambil meletakkan bantal tersebut di atas ranjang baby-nya.
103.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 76 kali sebagai kain bantal
Baca
+Pustaka
 LOVE YOU MBAK SANTRI

LOVE YOU MBAK SANTRI

****** "Kang Rois." Tidak ada jawaban. Kubuka pintu kamarnya ternyata dia tidur. "Duhh pulesnya." Kupandangi dia. Berbantal tangan berselimutkan kain sarung yang sudah si potong menjadi persegi panjang, beralaskan karpet yang sudah tipis. Dengan posisi kaki di tekuk ke atas mengenai perutnya. "Kang bangun," kugoyangkan badannya. "Hemmm...."
103.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 136 kali sebagai kain bantal
Baca
+Pustaka
Istri Pilihan Tuan Shangguan!

Istri Pilihan Tuan Shangguan!

Ia mengambilnya dari Taotao, berkata sambil lalu, “Kurasa ini kantong rempah yang digunakan untuk memberi aroma pada bantal.” Gadis pelayan itu mengangguk-angguk, “Ya, sepertinya Nyonya Muda benar. Saya pernah melihat ada orang yang memasukkannya untuk menikmati aroma tertentu agar bisa tidur nyenyak.” Malam harinya, saat Shangguan Chen kembali, Yin Anzhu menyerahkan kantong rempah itu padanya. “Kutemukan di dalam kapas lama dari bantal ibu.”
101.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 46 kali sebagai kain bantal
Baca
+Pustaka
Istri Cantik Pilihan Mamaku

Istri Cantik Pilihan Mamaku

Ardhan membantunya dengan mengganjal beberapa bantal. “Kakak nanti pakai bantal apa? Kan punggung Kakak masih sakit?” Alea menolak. “Sayangku… hanya masalah bantal doang, aku bisa minta Mama bawakan seribu bantal lagi ke kamar.”
1056.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai kain bantal
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status