Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Bertahan Dalam Asa Hampa

Bertahan Dalam Asa Hampa

Karena kenyataannya, sahabatnya itu memang seperti malaikat untuk Nissa. "Waalaikumsalam. Loh, Nisa? Kok, lo udah pulang?" Naira menjawab salam Nissa, seraya muncul sambil menenteng sepatu kets kesayangannya. Sepertinya Naira mau pergi main ke luar. "Iya, gue gak jadi nyari barang. Lagi males," jawab Nissa, berbohong. Sambil menghempaskan tubuhnya disamping Naira.
1017.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 661 kali sebagai kak nasya
Baca
+Pustaka
Mafia Kaki Tangan Pemerintah

Mafia Kaki Tangan Pemerintah

celetuk wanita itu tiba-tiba. Wanita yang tidak Aksa ketahui namanya itu menyangga wajahnya dengan tangan kiri sembari terus menatap obsidian milik Aksa. Aksa memilih tidak menggubrisnya dan kembali meminum vodka yang sudah ada digenggamannya. “Manly … jakun lo manly pas naik turun gitu. Gue suka,” lantur wanita itu. “By the way, nama gue Nasha Alessia,” sambungnya sembari terkekeh ringan.
1.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 58 kali sebagai kak nasya
Baca
+Pustaka
Dear Nala

Dear Nala

“Kak Nathan ulang tahun hari ini. Rencananya aku mau kasih dia kejutan.” Bukankah hidup Nita jauh lebih beruntung daripada Nala? Meski dia yatim piatu, tetapi dia masih memiliki satu orang kakak laki-laki yang akan selalu ada untuk dirinya. Yang selalu menjadi garda terdepan untuk membela adiknya. Sedangkan Nala, gadis itu hanya sebatang kara. Tiada ada ayah, ibu, atau saudara yang menemani. Ada kalanya rasa iri menghampiri hati.
103.0K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 100 kali sebagai kak nasya
Baca
+Pustaka
Kak, Aku Kedinginan

Kak, Aku Kedinginan

Kak Dimas menoleh menatap Kak Bobby. Kak Bobby tetap tidak berbalik. "Kau seorang pengacara. Katakan padaku, untuk pembunuhan berencana, hukuman maksimalnya apa?" Sisa warna di wajah Nara seketika lenyap. Seluruh tubuhnya seperti kehilangan jiwa, lalu ambruk lemas di atas karpet. Sementara aku melayang di dekat lampu kristal, menatap keadaannya saat ini.
2.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 75 kali sebagai kak nasya
Baca
+Pustaka
Nyawaku Untuk Obatmu

Nyawaku Untuk Obatmu

“Itu... Nona Citra sendiri yang bilang. Dia bilang tidak perlu memberi tahu kalian.” “Apa?” Yuda tertegun, menundukkan kepala dan bergumam seolah berbicara pada dirinya sendiri, “Tidak perlu?” Tiba-tiba, dia tertawa, tertawa sampai air matanya keluar. Dia sama sekali tidak menyangka bahwa Citra akan begitu kecewa padanya. Dokter melihat penampilan kacaunya dan menghela napas panjang. “Kami juga tidak menyangka kondisi Nona Citra memburuk begitu parah.”
22.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 548 kali sebagai kak nasya
Baca
+Pustaka
ZANNA

ZANNA

Kafka berdecak kesal. "Lihat gue anak baru!" Zanna masih diam. Dia tidak berani menatap Kafka, kepalanya masih tertunduk sembari meremas rok sekolahnya. "Lihat gue!" ucap Kafka tegas. Zanna dengan berani mendongkakkan kepalanya, dengan segala kekuatan dan keberaniannya Zanna mencoba melihat wajah Kafka. Kafka terdiam, melihat wajah cantik Zanna dari dekat. Perempuan itu benar benar mempesona walau seperti orang culun.
2.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 51 kali sebagai kak nasya
Baca
+Pustaka
Sasakala

Sasakala

Bab 10 Kakiku baru saja tercebur Dengan tinta kehidupan yang baru saja kupetik Bersama dengan dirimu Aku ingin merasakan gejolak dari kakiku yang kotor itu Suara jangkrik bergeming untuk Nyimas yang sedang menunggu seseorang. Tepat hari ini, suatu janji yang telah dia rencanakan. Sedikit gerimis memberikan kesejukan baginya yang sedang panas memikirkan kata – kata. Dia akan menjadi perwakilan kelompok feminis kampus dalam pertemuan dengan dewan perwakilan. Beberapa lembar kertas kosong dia mainkan sambil membaca sesedikit tulisannya semalam. Sejarah feminisme, kasus pelanggaran HAM bagi wanita dan gerakan feminisme di beberapa negara dia rangkum. Undang – undang mengenai perempuan juga tela
9.82.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 81 kali sebagai kak nasya
Baca
+Pustaka
Belahan Jiwa untuk Naya

Belahan Jiwa untuk Naya

Mungkin kali ini Gea, wanita pertama yang pecahin rekor itu. Aku mengalihkan perhatianku ke arah Naya. Senyum Naya mengembang seiring tapak kakinya melangkah bersama Gea. Naya wanita yang ceria. Dia bisa langsung akrab dengan siapa saja. Setelah petemuan ini aku berharap pertemuan kita terus berlanjut walau kontrak kerja kita sudah selesai. Kali ini aku akan mendekati Naya dengan caraku. Aku ingin lihat senyum itu terus terbit di wajah cantiknya.
2.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 81 kali sebagai kak nasya
Baca
+Pustaka
Aku Ibumu, Nak!

Aku Ibumu, Nak!

Gumam Fatma sambil memejamkan kedua matanya sejenak. Fatma membuatkan bubur sagu untuk Keynan yang nantinya bisa dinikmati saat makan siang. Fatma juga mengompres di bagian kaki yang terlihat membengkak seperti bekas benturan dengan benda tumpul. Ada rasa nyeri di hati Fatma, ketika tanpa sadar Keynan meringis kesakitan. Meski sudah berhati-hati, Keynan masih bisa merasakan nyeri di kakinya.
106.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 208 kali sebagai kak nasya
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status