Hidup Kembali di Zaman Kuno
Di jalan berdebu antara kecamatan kemusuk dan desa petir yang membelah persawahan, tiga sosok tampak berjalan santai menaiki kuda Raka-Aini, dan Roni.
Raka melangkah tenang, seperti biasa. Jubahnya sederhana, namun pijakan kaki di pelana kuda penuh wibawa. Aini, yang tadi pagi nyaris pingsan karena cemas, kini tertawa kecil sambil memeluk suaminya di atas kuda. Sementara Roni berjalan dengan dada tegak dengan Langkah kuda yang jingkrak-jingkrak, seolah ingin memberi tahu dunia bahwa pamannya adalah orang paling hebat di seluruh kerajaan.
Aini (tersenyum lebar): "Kanda, benar-benar menakutkanku tadi. Diam seperti batu, padahal jiwaku nyaris copot!"
Hot Chapters