Istri Gila Pak Dokter
"Dan sekarang, malam ini, aku merasakan yang namanya karma. Terkena penyakit kelamin, karierku hancur. Mungkin, putriku satu-satunya juga tidak mau mengakuiku sebagai ayahnya lagi."
Suara isak pelan terdengar di antara mereka.
"Itu tidak benar, ayah!"
Eira berteriak sambil melangkah cepat ke depan. Suaranya pecah, tapi penuh ketulusan. Angin malam menerpa rambutnya yang basah oleh air mata.