Jagoan Kampung Merantau Ke Kota
Ia merasa tidak nyaman, dan terus mengancam aku yang sama sekali asing baginya.
“Ah, kasihan,” gumamku pelan.
Anjing ini sepertinya terlantar, atau sengaja dibiarkan hingga jadi tidak terurus begini. Bisa kulihat itu dari bulu-bulunya yang kotor, kumal, dan lusuh.
Tatapan matanya sedih, nelangsa, putus asa, namun juga mengesankan hawa amarah.
Selain lehernya yang terikat dengan tali kekang, ia juga mempunyai sebuah kandang. Ukurannya kecil saja, dengan dinding yang terbuat dari jeruji besi.
Bab Populer