Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Manusia 30 Triliun

Manusia 30 Triliun

Kantin mereka sangat unik, yaitu hanya bisa menggunakan kartu makan ataupun tunai. Uang Kevin sudah dihabiskan untuk supir waktu itu dan sekarang dia tidak punya uang sedikitpun untuk membayarnya. "Em, bibi, aku tidak bisa..." Kevin sedang bersiap untuk membatalkan pesanannya dengan tidak enak hati, tapi seketika terdengar suara "Bip", kartu telah digesek.
8.4225.5K viewsOngoingAdded to Library 8.1K Times as kantin sederhana
Show Reviews (31)
Read
+Library
Penghujung Cerita
hahaha sedikit lag aku mendapat 101% kerna udah selesai baca akhirnya gini dong kami mahu kevin menunjukkan balas dendamnya Fani selesai sekarang tinggal mantap sama pengikutnya serta si bodoh kejar mobil lupa namanya maaf tinggal beritahu siapa si kevin aslinya perkenalkan dong elmira pada keluarga
Eriyanti Eriyanti
klw menurutku rada mirip ceritanya Gerald, aku lupa judulnya apa tp tokoh utamanya Gerald. cm beda nama tokoh, tempat n sedikit lebih ringkas yg ini... aku br baca smpe bab 8 sih, blm slsai.. tp akan aku slsaikan nnti aku review lagi ya.. semangat thorr
Read All Reviews
Red in Us

Red in Us

Jalanan berubah jadi lebih kecil dari jalan raya, tapi terlihat lebih bersih. “Ya, intinya kan, lo tau kalau gue bisa hidup sederhana, bego!” tukas Katha. “Lagian gue masih kerja Rabu. Kalau gue dipecat Kandara atau Papa, baru deh gue bakal ngabisin duit lo dengan dalih jatah istri. Astaga, geli juga nyebut diri sendiri istri,” kekehnya.
1018.3K viewsCompletedAdded to Library 440 Times as kantin sederhana
Read
+Library
Suami Dingin Pilihan Ayah

Suami Dingin Pilihan Ayah

Bibirnya sedikit mengerucut, tetapi segera ternetralisir oleh rasa manis nan menyegarkan dari ice cream vanila berlapis lelehan cokelat di atasnya juga taburan butiran cokelat. Kafka terkekeh sebelum menjawab pertanyaan Nadia. "Bagaimana ya cara menjelaskannya." Pria ini bergeming beberapa detik, "intinya ..., saya lebih suka dikenal sebagai dosen yang telah menurunkan ilmunya untuk penerus bangsa dibandingkan harus dikenal sebagai pebisnis hebat." "Kalau begitu bapak adalah pria sederhana, tentu saja sangat berjauhan dengan Abi!"
1046.4K viewsCompletedAdded to Library 1.6K Times as kantin sederhana
Read
+Library
Suami Dadakan Ibu Muda

Suami Dadakan Ibu Muda

“Saya akan makan di kantin, apa kamu mau makan di kantin dengan saya?” “Tidak masalah,” sahut Rama. “Ayo kita ke kantin!” Rama langsung mengikuti Wahyu pergi menuju kantin yang ada di perusahaan tersebut. Sesampainya di kantin tersebut, mereka langsung memesan makanan dan mencari tempat duduk yang tidak begitu ramai untuk mereka mengobrol. “Kamu benar-benar seperti ibumu, sangat ramah dan sederhana,” ujar Wahyu. “Meski kamu dibesarkan dengan harta yang berlimpah, tetapi hidupmu benar-benar sederhana.”
5.6K viewsCompletedAdded to Library 129 Times as kantin sederhana
Read
+Library
Perawan Menjadi Taruhan

Perawan Menjadi Taruhan

Kantin penuh sesak dengan mahasiswa yang kelaparan setelah selesai jam kuliah. Antrean panjang menghiasi pemandangan sehari-hari di sana. Dengan penuh perjuangan akhir dua mangkok bakso itu berhasil mereka dapatkan. Perlu untuk diingat juga, di kantin ini ada kursi di posisi tertentu yang sudah di kavling oleh sang penguasa, sehingga kaum pinggiran seperti mereka harus pandai-pandai mencari tempat. "Aduh, masa' kamu ga kenal sama kak Bisma, sih. Dia anak yang punya yayasan. Yang ganteng itu loh. Idaman cewek-cewek."
1018.2K viewsCompletedAdded to Library 400 Times as kantin sederhana
Read
+Library
Obsesi Gila Suamiku

Obsesi Gila Suamiku

"Tampilannya menggugah selera sekali, Om." "Coba saja dulu," sahut Halim yang sudah lebih dulu menyendok nasinya. "Kantin kita memang sederhana, tapi soal rasa, berani diadu dengan restoran di luar." Kenzo mengangguk pelan, lalu menyuapkan kombinasi nasi dan suwiran ayam goreng ke dalam mulutnya. Beberapa detik mengunyah, matanya langsung membelalak. "Wah..."
10889 viewsOngoingAdded to Library 33 Times as kantin sederhana
Read
+Library
Dalam Cengkeraman Empat Sultan

Dalam Cengkeraman Empat Sultan

Kantin kampus siang itu tetap ramai seperti biasa. Suara obrolan, canda tawa, dan denting alat makan saling bersahutan, menciptakan hiruk-pikuk yang seolah tak pernah benar-benar reda. Di antara keramaian itu, ada satu sudut yang terasa berbeda. Lebih luas, tenang, rapi dan jelas tidak sembarang orang bisa duduk di sana.
103.6K viewsOngoingAdded to Library 108 Times as kantin sederhana
Read
+Library
Sudah Cukup, Tuan!

Sudah Cukup, Tuan!

“Kantin.” “Astaga, baru juga kelas selesai.” “Aku butuh kopi.” Lebih tepatnya, aku butuh menjauh sebelum wajahku membocorkan sesuatu. Kantin fakultas jauh lebih ramai dibanding minimarket tadi. Aku dan Hani berhasil mendapat meja pojok setelah berebut dengan beberapa mahasiswa lain. “Aku serius nanya,” kata Hani begitu kami duduk. “Kamu ada masalah?”
2.2K viewsOngoingAdded to Library 43 Times as kantin sederhana
Read
+Library
Hello, Nanny!

Hello, Nanny!

Dan makin dibahas perut Kalla makin keroncongan. Begitu sampai kantin yang terletak di lantai sepuluh, Kalla tercengang. Kantinnya sangat luas. Doni benar kantin ini seperti food court. Yang maju buat pesan makanan Larung. Yang lain tungguin meja. Jam makan siang meja sangat berarti. Tidak kebagian sama dengan lesehan. Dan Kalla baru tahu mereka memakai aturan ini. Seru juga ternyata.
1086.2K viewsCompletedAdded to Library 2.2K Times as kantin sederhana
Show Reviews (34)
Read
+Library
Eliyen Author
Bab-bab awalnya nendang banget! Komedinya lucu. Ceritanya warming buat heart-heart yang sedang galau sama hidup. Ini novel recommended banget dibaca sebelum kerja, istirahat kerja, pulang kerja, sebelum tidur. Interaksi Reyga-Kael-Kalla bikin senyum-senyum terus. ,,,^^
Yoshi Dwi Ramadani
hai kak beb, br baca cerita ini gegara liat chap terakhir ceritamu di hello, husband. semoga aku bisa nyelesain ini, penasaran Ama cerita Kalla n om Reyga hehe... awal chapter aja udah menarik hati,, semangat berkarya terus kak beb...<3
Read All Reviews
Setelah Bercerai, Aku Menjadi Dokter Sakti

Setelah Bercerai, Aku Menjadi Dokter Sakti

Kantin Aurelian di jam dua siang sudah tidak seramai jam dua belas. Caelan memilih meja di sudut—kebiasaan yang sudah menjadi refleks, punggung ke dinding, pandangan ke seluruh ruangan. Nasi, sayuran, dan satu porsi sup daging yang masih mengepul. Sederhana. Cukup. Dia makan dengan cara yang sama seperti dia melakukan segalanya—teratur, tidak terburu-buru, pikiran yang tidak sepenuhnya kosong tapi tidak penuh dengan sesuatu yang mengganggu.
1028.6K viewsOngoingAdded to Library 859 Times as kantin sederhana
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status