KINASIH
Yatmi menatap penuh kebencian, lalu melayangkan berbagai caci maki yang membuat Asih menghela napas dan tersenyum kecil.
"Buktinya juga jelas, Bu. Memang kenapa? Lagi pula jadi adil, kan? Punya mantu dua, yang satu penyalur dan satu lagi si kupu-kupu malamnya," tutur Asih tenang. Namun Yatmi semakin naik pitam, dia melemparkan tutup rantang ke arah Asih yang cepat ditangkap oleh si tetangga dengan wajah pucat.
"Mak, tenang. Istighfar."
Hot Chapters