Kepentok Cinta Mas Bian
ucapnya sambil tersenyum tanpa beban.
"Mas_, aku serius!"
"Aku juga serius!" mas Bian kembali menatap langit, aku kembali bisa merasakan kesedihan yang sengaja ia tutupi dengan senyumnya.
"Kamu tahu, kadang aku merasa tuhan sama sekali tidak adil padaku! Aku terlahir di keluarga yang broken home, ayahku menikah lagi begitu juga dengan ibuku. Mereka menganggapku manusia yang hanya butuh uang mereka, bukan kasih sayang mereka. Mereka kini sudah bahagia dengan keluarganya masing-masing. sedangkan aku, aku masih menjadi manusia yang lupa dengan caranya bahagia. bahkan wanita yang aku cintai, dia menganggapku hanya sebagai boneka yang tidak punya perasaan, membutuhkan aku saat dia kesepian, aku s
Hot Chapters