TEMAN TIDUR CEO
Membaca buku ini disaat dia hilang ingatan, sungguh membuat segalanya menjadi lebih sulit.
"Untuk yang tak pernah bisa aku miliki." Diari itu seolah menanti untuk dibuka, untuk menceritakan kisah yang terlalu lama dipendam, terlalu pilu untuk diucapkan lantang.
Setiap lembarannya dipenuhi goresan tinta yang melukis perjalanan hati seseorang, tentang cinta yang hadir diam-diam, tumbuh perlahan, namun gagal untuk mekar. Dia bercerita tentang sosok yang selalu ada, namun tak pernah bisa digenggam. Tentang tawa yang dibagi bersama, tapi semua hilang menguap begitu saja. Tentang pertemuan-pertemuan kecil yang penuh harap, dan perpisahan-perpisahan tanpa janji.
Hot Chapters