Semalam Bersama Sahabat Kakakku
“Setidaknya kalau ada kau, aku punya partner buat menyelinap dari kamera. Atau minimal kau bisa pura-pura jadi orang baik dan memasak di acara itu. Kau tahu kan, selain makanan mahal, cuma masakanmu yang bisa masuk ke perutku.”
“Oohhh… jadi masakanku nggak termasuk makanan mahal?” Ara mengangkat alis.
“Tentu sajaaa masuk,” sahut Ezra cepat—tapi Ara bisa membayangkan bocah itu sedang grinning lebar, jelas-jelas mengejek.
Persahabatan mereka tidak pernah berada pada tahap saling memuji. Tidak seperti Ezra malam ini, entah tersengat apa.