Terjebak Mantra!
Nai menjawabnya, “Moter yang memanggilmu itu adalah sebuah kesempatan pertama, dan kamu menolaknya, menyia-nyiakannya. Kesempatan kedua adalah ketika kamu melihat burung yang tengah belajar untuk berjalan dan kemudian belajar terbang. Kemudian, ada seseorang yang tiba-tiba mengagetkanmu dari belakang, dan itu adalah isyarat bahwa kamu akan mendapatkan kesempatan kedua. Semoga saja kesempatan itu akan datang kepadamu tepat, sesuai dengan waktunya.”
Safa berpikir tentang kesempatan apa yang telah dia sia-siakan. Apakah ada? Dia merasa tidak pernah menyia-nyiakan sebuah hal selama di kulstar ini. Benarkah demikian? Kepala Safa dipenuhi dengan pertanyaan-pertanyaan yang datang dari dirinya sendi