Hello, Nanny!
“Ya itu kan gara-gara omongan kamu yang nggak difilter itu. Siapa juga yang nggak tersinggung dibilang otak kosong. Mentang-mentang aku nggak punya pengalaman kerja seenaknya aja menilai orang.”
Ujung-ujungnya Kalla kembali mengomel. Masih kesal saja kalau ingat kejadian itu.
“Iya, iya, ya ampun. Aku minta maaf soal itu. Aku kan nggak tau.”
“Nggak tau, nggak tau. Yang kamu hadapi itu orang. Punya perasaaan, bukan batu yang diremehkan cuma bisa diem.”
“Astaga, iya, Sayang. Aku salah. Sini, sini, peluk lagi.”
Hot Chapters