Tukang Pijat Tampan
Joko mengiyakan.
Mereka terus membahas hal teknis soal bagaimana situasinya dan bagaimana nanti mereka akan masuk, langkah-langkah berikutnya, dan lain sebagainya.
"Tujuan kita malam ini sama seperti sebelumnya," kata Renata, suaranya merendah namun justru karena itu terasa lebih berat. "Ini bukan misi pembunuhan. Kita datang untuk menegaskan posisi kita, dan menagih apa yang menjadi hak kita. Juanda harus paham bahwa menyerang kita ada konsekuensinya; dan konsekuensi itu tidak bisa dibayar hanya dengan diam." Matanya menyapu seluruh ruangan. "Tapi jika situasi memaksa, kalian tahu apa yang harus dilakukan. Prioritas pertama: tidak ada dari kalian yang pulang dalam kondisi buruk."