Suamiku Bukan yang Kukira
Kubuka draft email yang tidak kukirim, kutulis empat kalimat yang hanya Arga yang paham: “Aku lewat jalur yang tidak kau kenal, tapi kau mengenali baunya. Aku bawa suaramu. Jangan ikuti jejak yang terlalu jelas. Kita bertemu di tempat pertama kau memintaku menunggu, sebelum kau tahu caraku marah.”
Kuklik Save, bukan Send. Arga tahu cara menemukan draft di emailku; trik lama saat kami miskin kuota.
Ira menyalakan motor. “Naik.”
Aku menatap helm itu sekali lagi, ingin membongkar, ingin meyakinkan diriku. Di belakang, deru mesin semakin dekat. Aku melompat ke jok belakang, memeluk jaket krem, aroma magnolia menusuk, bukan parfum mahal, melainkan wangi yang kubenci karena mengingatkanku pada men
Hot Chapters