Teknik Rahasia Di Panti Pijat Om Doni
Tenaganya kuat sekali, tepukannya tadi terasa sakit.
“Sakit, ya? Sini om usap.”
Om Doni mengulurkan tangan besarnya dan mulai mengusap pantatku, sambil berkata, “Jangan salah paham, om hanya senang. Om belum pernah bertemu gadis segenit… seberbakat kamu. Belajarlah yang baik, kamu pasti akan kaya raya mengikuti om.”
Benarkah? Mendengar itu, aku langsung bersemangat lagi. Berarti Om Doni memutuskan untuk menerimaku? Dia bahkan memujiku berbakat.