Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Rumah Tengah Hutan

Rumah Tengah Hutan

Mereka berempat saling berhadapan, tidak ada yang mengerti maksud puisi suara di balik pohon kecuali Jimat yang bisa berbahasa Jawa. Misa berjalan mendekati pohon, bermaksud melihat siapa gerangan di balik pohon itu. Namun buru-buru Dika mencegahnya, firasatnya mengatakan bahwa itu adalah sebuah bahaya. “Jangan, Mis! Bahaya.” Dika berteriak setengah tertahan. “Memangnya kenapa?” tanya Misa membalikkan pandangan, tidak mengerti. “Bahaya. Firasatku mengatakan bahwa itu adalah sebuah bahaya,” ujar Dika.
8.99.6K viewsCompletedAdded to Library 240 Times as kata kata ranting pohon kering
Read
+Library
Ranjang Kehidupan

Ranjang Kehidupan

Tiba-tiba terdengar suara benda terjatuh dari depan rumah, samar-samar Rania mendengarnya. “Apa itu?” Rania beranjak dari tempat duduknya, berjalan mendekati jendela depan. Jantung Rania jedag-jedug membayangkan apa yang akan terjadi kepadanya. Samar-samar dia membuka kelambu penutup, dan di sana, di halaman rumah ada sosok hitam berdiri sempoyongan. Sepertinya itu adalah orang mabuk yang tidak sengaja memasuki halaman rumah Rania.
102.1K viewsOngoingAdded to Library 69 Times as kata kata ranting pohon kering
Read
+Library
Perjanjian Leluhur

Perjanjian Leluhur

Tiada pendekar berani berbuat konyol di Hutan Utara, kecuali ingin mengantarkan nyawa. Cakra ingin memancing amarah Chu Phang Yu dengan memandang remeh kemampuannya. "Kau sungguh tidak menghormati diriku!" geram Ratu Hutan Utara. "Apakah kau masih memiliki kehormatan?" "Bedebah! Aku ingin tahu apakah kau pantas merendahkan diriku!" "Aku juga ingin tahu apakah kau pantas bercinta denganku." Cakra melayani serbuan Chu Phang Yu dengan jurus Hati Di Ranting Cemara.
9.946.9K viewsCompletedAdded to Library 1.6K Times as kata kata ranting pohon kering
Show Reviews (21)
Read
+Library
Enday Hidayat
Telah terbit karya saya "Mengejar Cinta Puteri Bangsawan" bercerita tentang perjuangan Arjuna dalam mencari bapaknya untuk memenuhi persyaratan acara lamaran klan Angada. Bagi reader yang suka romantika cinta dengan latar cerita abad 21 dan abad 16, cerita ini cocok untuk diintip sejenak.
Kurnialam
Satu Hal yang membuatku makin suka baca novel ini adalah tata bahasa yang digunakan adalah tata bahasa millennial. So, saat kekaguman pada Bastian Tito & Kho Ping Hoo berpadu dengan bahasa Gen Z, novel ini memberikan nuansa yang segar & mengena di hati. Terlebih ada sentuhan kritik Bang Iwan ......
Read All Reviews
TUKAR RANJANG

TUKAR RANJANG

Apa kurangnya dia dibandingkan Karina? Akhirnya, perempuan berambut pirang kemerahan itu bangkit dari ranjang dan berjalan menuju meja di sudut ruangan kamar. Meraih benda mungil berbentuk memanjang. Setelahnya dia kembali naik ke atas ranjang setinggi seratus sentimeter yang di atasnya sudah tergantung seutas tali tambang yang diikat dalam penyangga besi.
1022.7K viewsCompletedAdded to Library 566 Times as kata kata ranting pohon kering
Read
+Library
PULANG DARI RANTAU

PULANG DARI RANTAU

Rambutnya diikat asal, dia masih menguap berulang kali dan menggeliat kanan kiri. “Iya, tanya Om-Om itu saja, tuh! Mau gak nganterin Kakak hari ini!” Karina menoleh pada Mas Baska yang tampak masih mengeringkan keringat. Dia baru saja pulang jogging. Kaos tipisnya tampak basah oleh peluh. Mas Baska tengah melemaskan otot-otot kakinya dan duduk berselonjor. “Ayah?” Kiran langsung menoleh pada Mas Baska.
9.835.6K viewsCompletedAdded to Library 747 Times as kata kata ranting pohon kering
Read
+Library
Pendekar Spirit Naga

Pendekar Spirit Naga

Perlahan pohon di depannya patah dan terbagi menjadi beberapa bagian, Chen tidak percaya dirinya bisa menebas pohon tanpa Menggunakan apapun. Chen mengulangi gerakan yang sama tapi kali ini dirinya menggunakan ranting kayu, tepat Setelah selesai bersiap Chen berteriak Sambil mengayunkan ranting kayu di tangannya. Wheeeeeeeeeessss. Braaaaaaaaaaaaak. Beberapa pohon rubuh sekaligus, Chen yang masih tidak percaya sudah berhasil kembali membuka matanya. "Ternyata bukan mustahil," ucap Chen.
62.0K viewsOngoingAdded to Library 52 Times as kata kata ranting pohon kering
Read
+Library
Mati Satu Tumbuh Seribu

Mati Satu Tumbuh Seribu

Dia menatapku dengan tatapan menantang, tapi aku malah tidak dapat menahan tawa, "Tambah satu gugatan lagi, merusak properti orang dengan sengaja!" Tim hukumku jelas kaget melihat tindakan Rani barusan. Mereka terdiam sebentar sebelum akhirnya mengangguk dan berkata, "Baik, Bu Kiara." Galang lalu menarik Rani ke belakang. Dia menunjuk wajah Rani sambil memaki-maki, "Apa kamu tahu apa yang barusan kamu lakukan? Aku hancur gara-gara kamu! Apa kamu puas sekarang?"
8.2K viewsCompletedAdded to Library 278 Times as kata kata ranting pohon kering
Read
+Library
Tukar Ranjang

Tukar Ranjang

Namun di balik ketakutannya, kilasan itu berulang—lebih tajam, lebih terang. Sebuah ruangan gelap. Bau dan berdebu. Tangan-tangan terikat. Tetesan darah yang jatuh di lantai. Dan seorang perempuan menatap kosong piring yang teronggok di lantai seperti seekor hewan yang baru saja di beri makan. "Kau harus mati Cataleya agar kau tak menjadi penghalang jalanku!" suara itu menggema cukup kencang seperti palu vonis hakim.
1042.9K viewsOngoingAdded to Library 1.3K Times as kata kata ranting pohon kering
Read
+Library
Dokter Sakti Penguasa Dunia

Dokter Sakti Penguasa Dunia

Setiap pohon tingginya puluhan meter dan batangnya lebih tebal dari bak mandi. Di tanah tertutup lapisan tebal daun kering dan ranting. Setiap langkah mengeluarkan suara gesekan. Sesekali, suara burung pun terdengar. "Tua Bangka, selanjutnya kita jalan ke arah mana?" tanya Ewan. "Jangan buru-buru, biar aku ramal dulu." Nazar memungut sebatang ranting di tanah, lalu melemparkannya kembali.
9.51.1M viewsOngoingAdded to Library 27.6K Times as kata kata ranting pohon kering
Read
+Library
Gelang Langit

Gelang Langit

Pohon yang ditunjuk Tirta memang tampak ganjil: batangnya seperti memutar ke bawah, sementara ranting dan daun justru menjulur ke tanah. Rakasura mendekat dan menyentuh kulit batang itu. Tak licin. Justru kesat seperti kulit kayu kering. Namun begitu ia menempelkan telapak tangan, terdengar sesuatu. Bukan suara alam, melainkan bisikan samar seperti dari dalam pohon. "Apa itu?" Ayu bertanya. "Langkah-langkah lama," jawab Rakasura pelan. "Jejak mereka yang pernah lewat di sini."
1.7K viewsOngoingAdded to Library 60 Times as kata kata ranting pohon kering
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status