Mencintai Kakak Ipar
Kuah mie yang panas, bercampur dengan rasa pedas berkat irisan cabai, makan tanpa gangguan, kenyang makan bukan tekanan, membuatnya merasa hidup kembali.
"Ya sekali-sekali dilawan. Aku tau kamu ngga bodoh-bodoh amat buat membalas mereka, hanya kamu terikat dengan kata balas budi. Jadinya kamu itu pasrah pada penderitaan tanpa mau memperjuangkan kebahagiaan. Tulul tau ngga." Mita berucap sambil mengambil keripik di toples sisi kasur. Menghela napas lebih dulu, barulah mulai ngemil. Ia selalu darah tinggi saat mendengar cerita sahabatnya yang terus diperlakukan buruk oleh Kakak-kakaknya.
Bab Populer