Jodoh di Tangan Kakek
Yang ada, dia bertambah yakin jika Alea dan dirinya benar-benar saling mencintai.
“Rasanya tidak mungkin aku akan sangat ketakutan untuk kehilanganmu jika aku tidak mencintaimu.” Jawaban Rafif, sontak membuat air mata Alea kembali mengalir.
“Jangan menangis lagi, Alea,” ucap Rafif lalu mengusap air mata di pipi Alea.
“Maafkan aku,” sambung Rafif.
Alea menggeleng, “kamu tidak salah apa-apa! Ini semua sudah takdir, aku hanya harus menerimanya,” jawabnya.
Bab Populer