MENYESAL MENDUAKANMU
"Jangan pernah menyalahkan takdir atas apa yang terjadi pada kita! Semua yang hidup pasti akan mati. Di mana ada pertemuan, pasti ada perpisahan. Siap tidak siap, mau tidak mau, semuanya pasti akan berakhir."
"Maksud kamu apa?" Aku menatapnya sekilas dengan kening berkerut dalam. Sungguh. Setiap kata yang keluar dari mulutnya membuat hati ini semakin tidak nyaman. "Dari tadi, kok, kata-katamu aneh begitu."
"Ini tidak aneh, kok, Mas. Aku hanya sedang mengutarakan apa yang ada di pikiranku sekarang."
"Sudahlah. Kamu istirahat saja. Nanti aku bangunkan kalau sudah sampai," tukasku sedikit kesal.