Suami Adikku, Ayah Anakku
"Apa yang terjadi, itu udah takdir. Kita ini cuma manusia, enggak punya hak mengatur umur manusia. Mau kamu coba ribuan kali bunuh seseorang, kalau yang berhak enggak izinkan, orang itu enggak akan mati. Begitu juga sebaliknya."
Berdiam di atas ranjang, semua ucapan Rahisa kemarin kembali terngiang. Ditambah lagi ucapan Gatan. Aku makin merasa sedih dan juga gelisah.
"Kalau merasa bersalah, kita harus minta maaf. Menyesal, terus berusaha jadi orang yang lebih baik."
Kata-kata Gatan tempo hari membuat hatiku terenyuh.
"Bukan malah larut dalam penyesalan dan menghambat masa depan yang sebenarnya bisa kita usahakan lebih baik."