Suatu Senja di Tanah Senja
“Apa maksudmu, Mardian?”
Mardian mengembangkan senyum lugu. “Aku tidak tahu. Kardi, pamanku yang terkutuk yang mengatakan itu padaku. Tapi, setelah kupikir-pikir, mungkin dia ada benarnya. Surga itu sepertinya memang tidak ada. Dunia telah begitu kacau balau. Bukan karena zaman semakin modern. Melainkan karena manusianya sudah tak saling peduli. Dan soal penderitaan, bahkan dalam keadaan yang paling buruk sekalipun seperti saat ini kita masih bisa tersenyum bahkan tertawa. Lalu penyesalan. Benarkah seseorang benar-benar menyesali perbuatannya bukan karena terpaksa atau hal lain? Aku ragu soal itu. Sebab, yang kulihat, seseorang berlutut dan meneriakkan penyesalan karena memang dua tak punya
Bab Populer