Sang Penakluk Dewa
tutur Ki Keling.
“Huft! Kakek juga menyebalkan,” Cantika merajuk mengembungkan pipinya. Sementara Lintang bisa kembali menarik napas lega.
Sedangkan Linguy, Igu, Giga, Libo dan Pandu hanya mematung tidak mengerti entah apa yang bocah-bocah itu lakukan.
“Hahahaha, kakek mengerti Ayu. Tapi kau harus bisa mengendalian emosimu karena tidak setiap orang boleh dihabisi,” Ki Keling tertawa terbahak bahak.