Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Rujuk dengan CEO Galak

Rujuk dengan CEO Galak

"Pulang dari sini, kamu pergi temui Pak Karno dulu. Kamu bilang saja, Ayah yang menyuruhmu datang menemuinya." Pak Karno adalah sopir Vandam dulu. Karena usianya sudah tua, Pak Karno akhirnya berhenti bekerja setelah mengabdi di keluarga Vandam selama 30 tahun lamanya. Artinya, Pak Karno sudah bekerja jauh sebelum Tiara lahir ke dunia ini. "Kak Omi, maaf ya Kakak harus dengan semua perkataan Ibu aku tadi. Soal ini aku pikirkan dulu, sekarang ada hal lain yang harus aku lakukan di sini," ucap Tiara.
102.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 60 kali sebagai kata mutiara bung karno
Baca
+Pustaka
40 Hari Setelah Kematian Bapak

40 Hari Setelah Kematian Bapak

Begitu Mbah Wiryo membukanya, mereka terkejut. Di dalamnya, terdapat sehelai kain kafan yang telah menguning, bersama dengan foto seorang pria muda—Karno. "Laras," kata Mbah Wiryo dengan suara pelan, "bawa kotak ini ke makamnya." Malam itu juga, mereka pergi ke makam Karno. Laras meletakkan kotak itu di atas tanah kuburannya dan berdoa dalam hati. Angin malam berhembus pelan.
1010.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 269 kali sebagai kata mutiara bung karno
Tampilkan Ulasan (52)
Baca
+Pustaka
Viva Oke
makin seru kisah perjalanan murni dan Aji dalam menyingkap tabir kesesatan orang tuanya dimasa lalu. akankah murni berhasil melindungi seluruh orang yang ada disekitarnya dari amukan sangkalana atau murni bakal ikut hancur bersama prana yg ada didalam tubuhnya?
Aprilia Mulyaningsih
ceritanya bagus dan menarik. tapi ada bbrp part di bbrp bab yg blm selesai ku baca tp ky udah tau endingnya. menarik... penasaran ...yg aku ntah knp kayak aku paham. nth pernh baca nth apa, aku sendiri gak tau bingung
Baca Semua Ulasan
Cinta Suci Kinanti

Cinta Suci Kinanti

Banyak hiasan bunga dirangkai di ruangan itu juga tersedia meja dengan berbagai makanan di atasnya. Ada lampu kristal menggantung tepat di atas tempat kedua mempelai duduk di panggung. Kilau kristal itu berpendar saat mengenai baju pengantin Karenina yang dipenuhi butiran mutiara, "Kakak …." Kinanti segera menoleh, dari arah panggung Karenina melambai. Menyuruhnya datang mendekat. Pikir Kinanti mungkin sang adik membutuhkan sesuatu. Jadi dia segera datang, "Ada apa?"
105.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 217 kali sebagai kata mutiara bung karno
Baca
+Pustaka
Ceraikan Aku, Mas!

Ceraikan Aku, Mas!

Dunia Keyna serasa berhenti berputar. Di dalam kotak, terbaring dua buah perhiasan. Pertama, kalung mutiara putih, butirannya besar-besar, berkilau kena lampu meja rias. Di pengaitnya ada liontin huruf “R” dari emas. Ratna.
2.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 58 kali sebagai kata mutiara bung karno
Baca
+Pustaka
KUNTILANAK MERAH

KUNTILANAK MERAH

Tak ada burung, tak ada angin, bahkan jangkrik pun memilih diam. “Ini tempat... kayak setting film indie horror festival Eropa,” gumam Ucup sambil melihat ke sekeliling. Raka membuka catatan dan mencocokkan nama yang tertulis di buku. “Ini... ini dia. Makamnya. Sri Hartinah. Perempuan muda yang mati bunuh diri karena dipermalukan. Tahun 1982.”
1.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 38 kali sebagai kata mutiara bung karno
Baca
+Pustaka
Pendekar Kera Sakti

Pendekar Kera Sakti

tanya Baraka, menceritakan keingintahuannya. Mendapat pertanyaan itu, air mata Mahendra Karnaka semakin mengalir deras. Dengan suara patah-patah, dia berkata, "Namaku Mahendra Karnaka. Orang-orang memberiku gelar Hati Selembut Dewa. Sejak sepuluh tahun lalu, aku telah mengasingkan diri di tempat ini. Aku mengangkat beberapa orang murid. Bersama mereka. aku mendirikan puri yang kuberi nama Pondok Matahari.... "
1031.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai kata mutiara bung karno
Baca
+Pustaka
Ibu Empat Anak: Beda Bapak!

Ibu Empat Anak: Beda Bapak!

Matanya melirik cepat ke arah Mutiara, yang tampak berdiri dengan penuh percaya diri. “Hai, Bima.” Mutiara akhirnya membuka mulut dengan suara yang sedikit dibuat-buat. “Kenalin, aku Mutiara Cantika Lestari. Pas kecil kayaknya kita pernah ketemu deh. Kamu masih ganteng aja kayak dulu,” ujarnya sambil menatap Bima dari atas sampai bawah.
1.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 62 kali sebagai kata mutiara bung karno
Baca
+Pustaka
Kubawa Benihmu, Mas!

Kubawa Benihmu, Mas!

Sejak kecil Simbok Marni lah yang mengasuh wanitanya. "Apakah kamu sudah siap, Sarita?" tanya Mbok Marni. "Siap, Simbok. Minta doa restunya!" pinta Sarita. "Ini simbok bawakan kalung berlian. Jika suatu hari ada orang yang menemukanmu dan menanyakan mengenai kalung ini jawab saja sudah melingkar di lehermu sejak lahir," ungkap Mbok Marni.
1033.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.0K kali sebagai kata mutiara bung karno
Baca
+Pustaka
PATUNG KUDA DI RUMAH MERTUA

PATUNG KUDA DI RUMAH MERTUA

★★★KARTIKA DEKA★★★ Bu Ipah, Iwan dan Kek Warno sudah berdiri di depan pintu gerbang, sebuah rumah megah meski bergaya klasik. Rumah itu tampak paling mencolok dibanding rumah-rumah lain di sekitarnya. Rumah itu terlihat lengang dengan aura mistis yang sangat kental. Tampak sebuah patung kuda berdiri gagah di depan rumah itu. Patung kuda berwarna coklat keemasan, dengan dua kaki depan terangkat ke atas.
1032.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai kata mutiara bung karno
Baca
+Pustaka
KITA & MASA LALU

KITA & MASA LALU

"Siapa tau kita bakal tunangan beneran." Rimbu kehabisan kata-kata, dan hanya bisa memandangi cincin terlewat berkilau yang sangat pas melingkar di jarinya. Meski merasa tidak nyaman karena baru pertama kali mengenakan sesuatu yang sangat mahal, Rimbu enggan berdebat lebih jauh dengan Aksara dan memilih meninggalkan toko berlian dengan langkah cepat.
9.83.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 122 kali sebagai kata mutiara bung karno
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status