Tumbal Pengantin Iblis
Kalina tersenyum nyengir, dia memutar otak, berpikir keras.
“Ah, banyak sekali yang mengenalmu, bagaimana aku tidak kenal.” Kembali Kalina tersenyum lebar memperlihatkan deretan gigi putihnya.
Elard tersenyum menyeringai, “Kau berbohong, aku ingat kau juga menyebut nama kakaku Anantari setelah kau entah datang dari mana lalu muncul di hadapan kami bersamaan menghilangnya permata Aurora,” cerocos Elard.