Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Wanita Satu Milyar

Wanita Satu Milyar

Jangan lupakan ekspresi keterkejutan Tiara. “A-aku tidak mau! Aku tidak akan menyerahkan tubuhku hanya untuk ungkapan terima kasih,” tolak Tiara dengan terbata-bata. “Ck,” Aditya berdecak lalu kembali duduk tegak seperti posisi awalnya. “Sok suci! Sok jual mahal!” gumam Aditya namun mampu terdengar oleh telinga Tiara. Sebenarnya, Aditya hanya bercanda. Dia meskipun terkenal kejam tapi bukanlah tipe pria kurang ajar yang memanfaatkan seorang wanita, hanya untuk memuaskan hasratnya.
1.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 38 kali sebagai kata mutiara tidak peduli lagi
Baca
+Pustaka
Nona Hemat di Sarang Konglomerat

Nona Hemat di Sarang Konglomerat

Tidak ada micin, hanya ada rasa penyesalan. "Satu suap... satu juta..." gumamnya sugestif. "Anggap aja lagi nelen emas cair." Kalkulator di kepalanya berbunyi nyaring. Tit. Tit. Tit. Membuang bubur ini sama dengan membakar BPKB motor. Haram hukumnya. "Selera makanmu sudah kembali rupanya." Citra tersedak. Elang Soerya berdiri di ambang pintu, sudah rapi dengan setelan jas charcoal grey tiga lapis. Pria itu menatap Citra seperti seorang kolektor melihat barang antik yang baru saja dipoles.
824 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 26 kali sebagai kata mutiara tidak peduli lagi
Baca
+Pustaka
THE SIBLING'S

THE SIBLING'S

Dan tahapannya berhenti kepada seseorang yang berdiri di pojok kirinya dengan tatapan angkuh. Adila menatap nya seperti sebuah sampah, "Lo tahu. Sampah tidak akan pernah bisa menggantikan permata. Tidak perlu alasan untuk menjelaskanya, anak berumur 6 tahun pun akan tahu." "Pergi dan jangan pernah kembali," ucapnya sebelum kembali memasuki rumah, "karena semakin lama gue melihat kalian, semakin susah gue membenci kalian."
9.94.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 159 kali sebagai kata mutiara tidak peduli lagi
Baca
+Pustaka
Mencintai Musuh Ayahku

Mencintai Musuh Ayahku

Karena menyimpan apa pun yang berhubungan dengan Joandra hanya akan membuat dadanya bertambah sesak. "Capek banget lo kayaknya," kata Inka mengomentari lalu ikut merebahkan diri di sebelah Utami. "Nggak usah diforsir kali, Ta. Kita manusia yang punya batas. Lo nggak usah nerima terlalu banyak endorse-an." "Ini bukan karena endorse." Utami membantah. "Jadi?" Utami mengambil guling lalu memeluknya erat-erat. "Ini karena Jo."
105.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 187 kali sebagai kata mutiara tidak peduli lagi
Baca
+Pustaka
Cinta Cita

Cinta Cita

Cita berdecih seusai menyelesaikan kalimatnya. “Aku kasihan dengan kalian berdua.” Duta mengalihkan tatapan dari Cita dan kembali memandang ikan-ikan yang berkeliaran di kolamnya. “Yang satu terlalu naif dan satu lagi terlalu egois.” “Egois? Maksudnya, aku yang egois?”
9.941.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai kata mutiara tidak peduli lagi
Tampilkan Ulasan (29)
Baca
+Pustaka
Callah
kk othoorr..... baru keinget niyh duta sm dewi august lee aja kali yaa.... si dewinya dewa blm kedengeran ceritanya niyh hehhe... btw cerita kasih sendiri ada ga ya? smpe bab 17 mshbga diliatin siapa suami kasih... nebaknya awan siyh kandidat paling berpeluang hehhe bener ga kak?
herka ratri
nggak kerasa, bentar lagi ending, setelah bendarah darah akhirnya cita bisa bahagia di tengah tengah orang orang yang menyayanginya.. ditunggu cerita selanjutnya mbak beb kanietha.. siapa ya kira kira?berharapnya sih cerita nando, karena di selalu lewat di cerita lain dengan kejombloannya.. : D
Baca Semua Ulasan
Cinta yang sudah tidak aku inginkan

Cinta yang sudah tidak aku inginkan

Bukan senyum, melainkan seringai dingin. “Ke sana.” Andre menyandarkan punggungnya ke kursi mobil, menutup mata sejenak. Ia tidak marah. Tidak cemburu. Ia hanya sedang menghitung. Dan setiap kali Vera melangkah keluar dari kendalinya, selalu ada harga yang harus dibayar, oleh orang lain.
445 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 14 kali sebagai kata mutiara tidak peduli lagi
Baca
+Pustaka
Aku yang Tidak Pernah Ada di Hatimu

Aku yang Tidak Pernah Ada di Hatimu

“Mau gue pesenin kopi?” “Thank’s, tapi nggak usah. Lambung lagi nggak kuat.” Entah sarkas entah apa. “Gue cabut ya.” Setelah mengatakan itu Kaivan melangkah pergi, meninggalkan Zivanya yang merasa serba salah. ***
9.993.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.1K kali sebagai kata mutiara tidak peduli lagi
Tampilkan Ulasan (34)
Baca
+Pustaka
Aurora Aurora
ZI.. ITU SI ARIYANASUE SAMA DOKTER YG OPERASI ZIVA SECARA PAKSA KENA PASAL ZI...!!! KENA PERUNDANG-UNDANGAN TENTANG KESEHATAN PASAL 293 MAAF KALO SALAH SOALNYA DIRIKU BUKAN ORANG HUKUM... IBUNYA PUNYA HAK INTEGRITAS UNTUK MENOLAK..!!! KECUALI KEADAAN NYA MEMANG DARURAT MENYANGKUT NYAWA SALAH SATUNYA,
Puput Oktaria
sakit hati bgt pas bagian Aira mau lahiran dipeluk dan diciumi Ariyan dan yg nyetirin Zivanya. gila ikutan nangis kejer... kok bs suami gila kyk gtu. pokok Zivanya hrus nikah sma Kaivan thor. gk mau tahu pokoknya mereka ber2 harus bersatu dan bahagia. Ariyan yg penyakitan hrus lihat Kai-Zi bahagia.
Baca Semua Ulasan
Karma Terbalut Cinta

Karma Terbalut Cinta

Aku mendesah pelan, sudah cukup bosan aku mendengar kalimat ini dari Kartika. “Belum saatnya Tika, aku masih mau sendiri. Kayaknya hatiku sudah mati, udah gak bisa rasakan apapun lagi dari seorang pria.” ‘Entah karena kejadian pemerkosaan itu atau kehilangan pak Sanjaya yang baik hati membuat hatiku jadi beku, berubah jadi batu.’ Lanjutku dalam hati. Tiiing … sebuah pesan masuk dari nomer yang tak dikenal.
104.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 145 kali sebagai kata mutiara tidak peduli lagi
Baca
+Pustaka
Bukan Perawan Kegatalan

Bukan Perawan Kegatalan

Happy Reading ***** "Papa pantas mendapatkannya. Selama ini, aku sudah berusaha sabar dan menerima kenyataan bahwa aku adalah orang kedua dalam hidupmu. Aku memaklumi bahwa Rahmi adalah cinta pertama yang tidak bisa kamu lupakan." Mata Septi membulat sempurna, memerah menahan setiap amarahnya. Lalu, wanita paruh baya itu beralih menatap Dirga.
1012.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 468 kali sebagai kata mutiara tidak peduli lagi
Baca
+Pustaka
Can I Call You Mine? 🥂

Can I Call You Mine? 🥂

Terkejur akan rentetan kata yang keluar dari bibir sang wanodya. “Kau ini sedang membicarakan apa?” “Manfaat kelapa,” jawab Pearl dengan tenangnya. Kembali menyeruput isi kelapa yang tersisa. Kanna menggelengkan kepalanya. Tak butuh waktu lama, ia kembali bersuara. “Maaf jika lancang bertanya, tapi—kau ... benar-benar akan keluar?” Pearl mengangguk. “Tak ada lagi penundaan?”
102.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 89 kali sebagai kata mutiara tidak peduli lagi
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status