Pembalasan Istri Kumal
"Dengar sayang, kamu tak boleh membenci seseorang hanya karena orang itu buruk di mata orang lain, kita tak boleh jadi jahat hanya karena orang merasa tak satu tujuan dengan kita, itu salah."
Mutiara masih terdiam dalam pelukan Satria, aku tau mungkin gadis itu juga sedang bimbang dengan apa yang sebenarnya terjadi.
"Sekarang om tany, Mutia mau di antar pulang?"
Dia mengangguk pelan dan tak lagi protes saat kami sama-sama masuk ke dalam mobil. Aku sengaja membiarkan Mutia duduk di depan, sementara Lala dan aku di kursi belakang. Satria sempat protes sebelum akhirnya dia setuju.
Bab Populer