Enam Tahun dalam Dingin, Saat Kulepas Dia Memohon Cinta
"Apa Ibu begitu membenciku?"
Nara memejamkan matanya erat-erat, menolak untuk menatapnya, tetapi sedikit kedutan di pipinya telah membongkar kedoknya.
Setelah jeda cukup lama, akhirnya dia berbicara, tetapi kata-katanya terdengar begitu menyakitkan. "Nggak ada yang namanya kasih sayang di antara kita, jadi dari mana datangnya kebencian? Melahirkanmu adalah keputusan yang kubuat karena dendam. Aku menyesalinya, tapi apa gunanya? Hidup itu seperti permainan catur. Begitu satu langkah dibuat, nggak ada jalan untuk kembali lagi. Sekarang kamu sudah berkeluarga dan punya anak sendiri, jadi mengapa kamu perlu bertanya padaku apa aku membencimu?"