Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
BANGKIT

BANGKIT

omelnya. Bisma mencari hadiah untuk Aini sesuai perintah Arga, ia datang ke toko kado dimana ia bisa memilih hadiah yang akan diberikan. Pilihan Bisma jatuh pada boneka Boba yang cukup besar berwarna coklat, tidak tahu mengapa ia tertarik dengan boneka itu. "Mbak tolong boneka yang ini satu," pintanya pada penjaga toko. Setelah mendapatkan hadiah untuk Aini ia bergegas kembali ke kantor, dan nantinya ia akan bertanya pada sang Papa dimana mereka akan merayakan ulang tahun Aini.
102.0K viewsOngoingAdded to Library 41 Times as katok bolong
Read
+Library
Hajatan Tetangga

Hajatan Tetangga

Hajatan Tetangga #Tetangga_tak_tahu_kami_kaya Pov Bu Bondan 2 Begitu mereka pindah yang pertama aku tergiur adalah koleksi bunga si Yanti. Halamannya yang luas ditumbuhi beragam bunga. Apalagi ada beberapa keladi yang lagi booming. Kucoba meminta secara baik-baik. Si Yanti justru tak mau memberikan. Dasar pelit, sudah mau ditinggal pun tak dikasih juga.
1041.9K viewsCompletedAdded to Library 1.3K Times as katok bolong
Read
+Library
Merajut Asa

Merajut Asa

jawab Agnes. "Semacam boiling frog syndrome?" Jovita teringat anekdot tentang katak rebus. Apabila katak ditaruh ke dalam air dingin yang kemudian dipanaskan perlahan, katak akan terlena. Awalnya katak akan merasakan kehangatan dan tidak menyadari bahaya ketika air makin dipanaskan. Cerita ini sering dijadikan metafora untuk menggambarkan ketidakpekaan orang terhadap perubahan yang terjadi bertahap.
1062.5K viewsCompletedAdded to Library 1.6K Times as katok bolong
Show Reviews (64)
Read
+Library
The Room Hijab
Salah satu novel terbaik yg ak baca di GN, susunan kalimatnya sangat apik dan detail dan mudah dimengerti jika diresapi dalam2 sangat menyentuh hati dan terbawa emosi. Sukses selalu buat authornya ditunggu karya selanjutnya yaa ka...
kyara
cerita yg bagus, banyak memberikan edukasi terutama korban kdrt agar berani speak up dan ilmu psikologi mengatasi tekanan dlm diri sendiri..semoga author slalu bs menghasilkan cerita yg " berisi" namun tetep santai penyajian nya.. tq thor, ditunggu karya selanjutnya
Read All Reviews
Dalam Dekap Hangat Bos Dinginku

Dalam Dekap Hangat Bos Dinginku

“Dih, tapi kan dia akhirnya doyan, Mas Bona. Gara-gara makan keripik dia jadi nggak bete kena macet.” “Itu saya belinya di Lampung, Lisa! Di toko Yen Yen. Saya beli pas lagi menemani Bapak kunjungan kerja ke sana kemarin,” omel Bona. Lisa langsung tepok jidat. “Hah? Terus gimana dong, Mas? Emangnya di Jakarta nggak ada yang jual?” “Ada mungkin, coba cari aja di toko-toko online.”
1042.6K viewsCompletedAdded to Library 1.2K Times as katok bolong
Show Reviews (25)
Read
+Library
Sophia Setiawan
cerita yang luar biasa serta akhir yg bahagia dan selalu menginspirasi.. makasih kak Indy karya karyamu selalu the Best. dan selalu menunggu karya karyamu selanjutnya. tetap sehat, semangat dan selalu bahagia..
Senja jingga
Suka novel ini. Aku jg suka cara penyampaian authornya. Bisa nyampe gitu perasaan tokohnya. Trs bahasanya jg bagus bgttt. Btw novel ini tuh tiap episode sllu bikin penasaran. Author update 3 bab atau 5 bab aja bikin ngerasa ga sabar mau baca lg wkwk saking nagihnya...
Read All Reviews
Aku Tak Bodoh

Aku Tak Bodoh

Bolu tembok rasa kulit dan tulang. Eemm, peperti biasa, mulut ku gatal jika tidak membalas setiap ucapan yang menusuk jantung, menyesakkan hidung. "Hahaha. Kok tau sih, Kek? Tapi yang jelas, om-omnya gak bau tanah dan nggak berkaki tiga!" geram ku menyindirnya.
9.4K viewsOngoingAdded to Library 377 Times as katok bolong
Read
+Library
Kelabu

Kelabu

ucapku sambil menunjuk kantung plastik yang kuletakkan di atas meja semalam. Leo segera berbalik dan mengambil plastik berisi kotak itu. Dia duduk disampingku dan segera membuka kotak itu. Aku tertawa melihat wajahnya yang terlihat sangat senang saat melihat isinya. “Bolu cokelat!” serunya. “Tapi bolunya sudah dingin.” Aku memasang wajah memelas sambil mengerucutkan bibirku dengan sengaja.
103.6K viewsOngoingAdded to Library 123 Times as katok bolong
Read
+Library
Takkan Kembali Lagi

Takkan Kembali Lagi

Janggut tipis tumbuh di wajahnya. Vincent duduk di tangga batu di depan pintu sambil meminum wiski seteguk demi seteguk. Sorot tatapannya tampak kosong. Dia jatuh bebas dari puncak kekuasaan ke dalam jurang. "Putra Telantar Keluarga Gredi", "Hak Suksesi Dunia Bawah Tanah Jatuh ke Tangan yang Salah", "Si Pangeran yang Terpuruk Menangis di Jalanan".
7.2K viewsCompletedAdded to Library 258 Times as katok bolong
Read
+Library
Penguasa Negeri Jin

Penguasa Negeri Jin

Ruhniknik melompat pula mengikuti. Di satu pedataran berumput, di samping sebuah batu besar yang tertutup lumut, tergeletak tak bergerak seekor katak hijau luar biasa besarnya, hampir sebesar buah kelapa. Dua matanya yang coklat membeliak tak bergeming. Di sekitar sosok katak besar itu berkeliling puluhan katak hijau yang tadi melompat dari tubuh Jin Paekatakhijau. Puluhan katak ini berjongkok di tanah, menatap ke arah katak besar dengan sikap seolah menghormat. Puluhan katak yang masih menempel di tubuh Ruhmasigi tiba-tiba berlompatan dan bergabung bersama teman-temannya mengelilingi katak besar.
1032.0K viewsCompletedAdded to Library 1.1K Times as katok bolong
Read
+Library
Dear Kakak Kelas

Dear Kakak Kelas

sahut Angga acuh. "Asing? Itu Alien, kah? UFO, kah?" tanya Pace. "Iya, itu Alien lagi pake Koteka," balas Angga yang kesabarannya sudah habis meladeni Pace. ( Koteka : Pakaian Adat Papua ) *** Bel pulang sudah berbunyi sepuluh menit yang lalu, namun Tasya belum juga pulang. Mungkin kali ini misinya harus berhasil. Ia berjalan pelan menuju ke lantai dua karena lututnya yang masih berdarah, dan berharap tidak ada orang yang mengetahui aksinya kali ini.
3.1K viewsOngoingAdded to Library 68 Times as katok bolong
Read
+Library
WARUNG TENGAH MALAM

WARUNG TENGAH MALAM

Heeeeh heeeeeh “Kalong g*blok, geus apal makhluk teh geus ka iket ku perjanjian anu ulah ngalibatkeun jelema di kampung ieu. Ayeuna malah nyulik budak jigah tahun-tahun kamari, teu kapok eta kalong teh padahal geus di siksa bebeakan baheula ku si Amat. (Kalong g*blok, sudah tahu kita para makhluk sudah terikat perjanjian yang tidak boleh melibatkan manusia yang ada di kampung ini. Sekarang malah menculik anak seperti tahun-tahun kemarin, tidak kapok itu kalong. Padahal sudah disiksa habis-habisan oleh si Amat dulu.) ”
9.8683.7K viewsCompletedAdded to Library 17.1K Times as katok bolong
Show Reviews (174)
Read
+Library
Astri Kurniasih
saya sudah tamat baca ini ya sama kutukan leluhur juga, buka pake koin berbayar Dannnn, setelah beberapa lama(berbulan2) saya mau nostalgia baca ulang, tau ga mas othor saya mesti buka lagi pake koin, semua kekunci lagi... plis atuh lah saya waktu itu buka koin pake uang bukan pake daun... KECEWA
pujangga manik
jangan lupa baca karya terbaru saya ya SEHARUSNYA KAU IKUT MATI ekslusif di Goodnovel baca juga karya saya yang lain WARUNG TENGAH MALAM (tamat) KUTUKAN LELUHUR (tamat) KAMPUNG HALIMUN (tamat) support terus ya, Terima kasih
Read All Reviews
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status