Shadow of The Past
Pria tersebut dijadikan pelampiasan kemarahan Nogawa.
“M-maaf! Aku hanya—“
Kazuki mengernyit, menahan ngilu atas pukulan yang belum juga berhenti.
Selang beberapa lama, Nogawa mengembuskan napas kasar dan mengumpat. Dia menoleh pada Kazuki, memperhatikannya yang sudah amat berantakan.
Senyuman malas tersemat di bibirnya.
“Lumayan juga,” komentarnya asal. “Jadi, kau anak yang membodohi anjing-anjingku ini?”