Buncitnya Jenazah Kakakku
Alisku mengernyit melihat hal itu.
"Sini, gue obatin pipi lo!" Zhafran langsung menarik lenganku untuk duduk di sampingnya.
Dia mencelupkan sapu tangan di air itu, lalu memerasnya. Lantas, menempelkannya di pipiku. Pasca mendapat dua tamparan dari dua pria malam ini, pipiku memang memerah dan sedikit lebam tadi kulihat di kaca. Sudut bibirku juga lecet parah.