Sadena
ujar Sadena tersenyum jahil kemudian membungkuk di hadapan gadis itu, menunjuk pipinya.
Selin terkikik pelan, ia menepuk-nepuk dagu Sadena yang mulai ditumbuhi rambut-rambut halus itu, terasa geli saat Selin menyentuhnya, "Ish kayaknya nggak ikhlas nih?"
"Ikhlas kok. Tapi udah lama banget aku nggak dapat ini di pipi. Berapa tahun coba?"
Pipi Selin merona, ia jadi teringat kebiasaan Sadena dulu yang suka sekali minta bayaran dengan mengecup pipi laki-laki itu. "Kan pas kamu datang tadi udah. Saat kita di dapur."
ตอนยอดนิยม